Menurut saya , ekonomi dunia saat ini bisa dibagi menjadi tiga fase besar. Yang 
pertama adalah fase sebelum Revolusi industri. Revolusi industri ditandai 
dengan adanya mesin uap, yang mengubah industri dari yang sebelumnya padat 
karya (banyak pegawai) menjadi padat modal (jumlah pegawai ditekan, namun 
jumlah mesin ditambah). Pada era sebelum revolusi Industri, sektor yang sangat 
berkembang adalah sektor komoditas pertanian. Sementara pada masa revolusi 
industri, sektor mesin, perkapalan (titanic ?), otomotif berkembang pesat. Di 
era ini beberapa merek yang hingga saat ini masih sangat terkenal bermunculan, 
antara lain mobil merek FORD.
Pada revolusi industri , Amerika Serikat / US diuntungkan sebab  mereka 
memanfaatkan momen berkembangnya industri untuk memperkuat persenjataan, 
sehingga saat ini US menjadi negara dengan sistem persenjataan paling canggih.  
Setelah revolusi industri muncul, maka batu bara dan minyak bumi menjadi 
kebutuhan utama karena untuk menggerakan mesin membutuhkan energi yang berasal 
dari batubara serta minyak bumi. 
Seratus tahun setelah revolusi industri, sampailah ekonomi dunia di tahap 
revolusi teknologi informasi / revolusi internet. Dimana kita saat ini berada 
dalam suatu fase perkembangan teknologi yang sangat pesat. Di tahun 1990-2000 
industri internet mulai bermunculan, dan perusahaan – perusahaan internet mulai 
mendaftarkan dirinya ke bursa efek, dan saham – saham teknologi begitu diburu 
karena prospeknya yang begitu menjanjikan, hingga pada tahun 2000, terjadi yang 
namanya dot com bubble, dimana index Nasdaq yang adalah index saham – saham 
teknologi, terus naik, hingga mencapai level di atas 5000, dan kemudian pecah 
dan turun hingga saat ini, 13 tahun kemudian, belum balik lagi ke angka 5000.
Turunnya  nasdaq dari level tertingginya bukanlah suatu akhir dari era revolusi 
internet. Saya cukup terpana mendengar beberapa berita akhir – akhir ini dimana 
Microsoft dikabarkan makan meng akuisisi unit Hand Phone nokia senilai 7,2 
Milliard US atau sekitar 80 Trilliun Rupiah. Dan juga verizon akan meng 
akuisisi saham yang saat ini dimiliki vodafone senilai $130 Milliard atau 
sekitar 1500 trilliun rupiah, suatu angka akuisisi korporasi terbesar dalam 
sepuluh tahun terakhir. Total kedua akusisi ini nilainya sekitar 2300 Trilliun 
rupiah, lebih besar daripada total hutang luar negeri indonesia, atau setara 
juga dengan 60% dari kapitalisasi bursa efek indonesia yang saat ini sekitar 
4000 Trilliun rupiah. Sedikit info, tahun lalu perusahaan media sosial 
Faceboook di IPO kan dengan  nilai kapitalisasi sebesar $100 Milliard atau 
sekitar 1100 Trilliun rupiah.


Read more: 
http://bei5000.com/2013/09/08/microsoft-nokia-vodafone-revolusi-internet/

 
bei5000.com
http://www.facebook.com/rhliembono 

twritter : @bei5000

Kirim email ke