Setelah tertundanya Tapering oleh
The Fed, kemana Hot Money yang sempat ditarik dari kawasan Asia berada? Akan
kemanakah dana menganggur(idle Fund) tersebut saat ini? Pulang ke Negara asal 
atau
dinvestasikan kembali ke kawasan Asia?

Saat ini, fokus pasar beralih ke
data ekonomi, yaitu : Pengangguran, Inflasi dan Data Perumahan US.
Pasar akan memfokuskan
perhatiannya pada data Unemployment dengan jadwal terdekat akan dirilis tanggal
4 Oktober.  Jika pengangguran USD
mendekati 6,5% maka sewaktu-waktu akan dilakukan program Tapering (pengurangan
stimulus) oleh The Fed. 

Tertundanya Tapering memberikan kesempatan
belajar ketika hot money sempat ditarik untuk antipasti keputusan The Fed
kemarin tanggal 18 September dan setidaknya juga memberikan kesempatan menghela
napas untuk mengatur strategi. Rencana Pemerintah berdiri sebagai standby buyer
untuk melakukan pembelian SUN serta rencana tindakan Buy Back saham oleh BUMN,
diharapkan dapat mengurangi dampak negative akibat Tapering. 
Yang perlu diantipasi, jangan
indeks turun di bawah 4100. Ini berisiko besar di tengah bayang-bayang Tapering
yang dapat dilakukan sewaktu-waktu. 

Euforia yang terjadi di bursa
saham setelah pengumuman tertundanya program Tapering mengakibatkan pemburuan
saham-saham yang tidak lagi memperhatikan sisi fundamentalnya saat ini. Pasar
akan kembali ke fundamental. Aksi perpindahan ke saham-saham ber fundamental
bagus bersamaan dengan koreksi-koreksi yang mengiringi rebound yang terjadi. 
Hal ini untuk mengurangi risiko jika program
Tapering dilakukan dan terjadi selektif buying oleh para hedge fund asing.

Data Net buy asing saat ini tidak
mencerminkan Capital Infllow itu sendiri. Kapan diperkirakan idle fund akan
kembali ke Asia? Diperkirakan 2-3 bulan setelah keputusan The Fed yang lalu. 
Kemungkinan besar di bulan November atau Januari di saat tahun baru membawa 
harapan baru bagi bursa saham. January Effect.

Persentase rebound bursa saham Indonesiatermasuk yang besar di banding Negara 
kawasan Asia lainnya, dan ini menjadi
hambatan tersendiri untuk Indonesia menjadi pilihan yang pertama bagi kembalinya
Capital Inflow. Pertimbangan Harga yang tidak lagi murah akan menjadi issue. 
Jika
hot money kembali memasuki Asia, diperkirakan kelompok Negara pilihan pertama
adalah China, Korsel, Taiwan. Bahkan Thailand akan memiliki kesempatan lebih
besar. Selain perkiraan pertumbuhan ekonomi mereka lebih baik, juga karena ke
tidak disiplinan Indonesia dalam mengatur neraca perdagangan yang negatif.
Beruntung Indonesia bukan pilihan
kelompok pertama. Kita dapat mengetahui dan mengantipasi ketika hot money masuk
kembali ke kawasan Asia.

Bagaimana jika hot money yang
telah ditarik tidak kembali lagi ke Asia? Ini Negara kita, bursa saham kita.
Kitalah yang perlu bertanggung jawab membawa kemajuan dan menikmati hasilnya.
Masih ada harapan. Pemilu yang akan diadakan pada 9 April 2014 menjadi daya
tarik dan pendorong gairah bursa saham Indonesia. Setiap diadakan Pemilu,
banyak uang partai akan bergerilya menambah semarak pergerakan saham yang ada. 
Ini
Pesta Demokrasi. Ini pesta kita. Kita yang seharusnya dapat mencicipi kue pesta
yang ada.

Disclaimer On. Tulisan ini bersifat analisa dan bukan rekomendasi beli jual 
saham.
Keputusan Beli-Jual merupakan Hak dan Tanggung Jawab pemilik modal.

Kirim email ke