Tata Beli KPC-Arutmin 

Jakarta, Kompas - PT Bumi Resources Tbk akhirnya melepas 30 persen
kepemilikan sahamnya di PT Kaltim Prima Coal atau KPC dan PT Arutmin
Indonesia kepada konglomerasi India, Tata Power Company. Nilai penjualan
saham yang mencapai 1,3 miliar dollar AS akan diselesaikan dalam tiga
bulan. 

Senior Vice President Bumi Resources Dileep Srivastava, Minggu (1/4),
mengatakan, dana dari hasil penjualan saham akan digunakan untuk
membayar seluruh utang perseroan. 

Selain itu, juga untuk meningkatkan fundamental bisnis serta
meningkatkan dana tunai di kas perseroan. Dana tunai itu selanjutnya
akan digunakan untuk mengembangkan aset nonbatu bara dan sebagai modal
saat perseroan mengakuisisi perusahaan lain. 

"Beberapa perusahaan besar yang ikut dalam penawaran adalah Mitsubishi
Corporation, Reliance Energy, Marubeni, dan Kepco. Penawaran dari Tata
berhasil mengalahkan tawaran dari para investor tersebut," ujar Dileep. 

Direktur Keuangan Tata Power S Ramakrishnan mengatakan, dengan
kepemilikan saham di KPC dan Arutmin, untuk jangka panjang perseroan
dapat memiliki sumber bahan bakar untuk pembangkit listrik. Pemilihan
batu bara untuk menghasilkan listrik yang lebih murah. 

"Selain membeli 30 persen saham KPC dan Arutmin, kami akan membeli 10
juta ton batu bara dari KPC. Batu bara tersebut akan digunakan sebagai
bahan bakar pembangkit listrik berkapasitas 7.000 megawatt. Pembangkit
yang berlokasi di daerah pantai barat India tersebut rencananya akan
selesai lima tahun lagi," kata Ramakrishnan, seperti dikutip Reuters. 

Tata Power berencana membangun beberapa pembangkit listrik di pantai
barat India. Untuk itu, dibutuhkan batu bara sebanyak 21 juta ton.
Dengan menggandeng KPC dan Arutmin, Tata sudah bisa memenuhi 50 persen
kebutuhan batu bara. Selain Indonesia, ujar Ramakrishnan, Tata juga
melirik produsen batu bara di Australia dan Afrika Selatan. 

Bumi Resources yang berafiliasi ke Grup Bakrie sudah terlebih dahulu
membuka pasar batu bara kalori rendah ke India. Bumi mendapat kontrak
dari salah satu trading company di India untuk menyuplai 7 juta ton batu
bara kalori rendah mulai tahun ini sampai tahun 2011. 

Manajemen Bumi memutuskan untuk menjual saham minoritas di KPC dan
Arutmin setelah langkah untuk menjual seluruh kepemilikan di dua
perusahaan tersebut gagal. Semula KPC dan Arutmin akan dilepas ke
konsorsium yang dipimpin PT Borneo Lumbung Energi dengan nilai 3,2
miliar dollar AS. 


-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke