Bisnis Properti Tidak Tumbuh Jakarta, Kompas - Properti di kawasan industri pada kuartal I tahun 2007 boleh dikatakan tidak tumbuh, terutama karena sektor riil memang tidak bergerak sesuai harapan.
Kondisi itu bukan hanya terjadi di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, tetapi juga di Surabaya. Konsultan properti Procon Indah mencatat penyerapan lahan pada kuartal I tahun 2007 lebih rendah 65 persen dibandingkan dengan penyerapan pada kuartal I tahun 2006 yang sebesar 85,3 hektar. Menurut Manajer Senior Procon Indah Arief N Rahardjo, Rabu (2/5) di Jakarta, permintaan atas tanah untuk kawasan industri pada umumnya berasal dari industri suku cadang otomotif, komponen elektronik, manufaktur, dan pengemasan makanan. "Tetapi, tahun ini tidak ada permintaan baru," kata Arief. Menurut dia, permintaan untuk mendirikan bangunan industri berasal dari sektor mesin industri dan logistik. Namun, permintaan bangunan industri juga sangat berkurang. Tidak tumbuhnya properti di kawasan industri juga terlihat dari pasokan tanah industri di Jakarta dan sekitarnya yang tidak berubah dibandingkan dengan tahun 2006, yakni tetap seluas 7.304 hektar. Dengan tingkat penjualan hingga 2007 ini sebesar 73,8 persen, menjadikan lahan kawasan industri yang belum terjual seluas 1.911 hektar. Pasokan Procon mencatat ada rencana pengembangan pasokan baru dari sejumlah kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Serang pada periode 2007-2008 seluas 400 hektar, tetapi realisasi rencana hanya terjadi apabila ada permintaan dari industri. Adapun penyerapan lahan industri pada kuartal I tahun 2007 tercatat sekitar 30 hektar. Sebesar 50 persen atau 15 hektar lahan yang terserap terletak di Kawasan Industri Krakatau Cilegon. Menurut peneliti Procon Indah, Wira, yang bertugas memantau properti di Surabaya, stagnansi pertumbuhan properti untuk kawasan industri juga terjadi di kota kedua terbesar di Indonesia itu. Luas kawasan industri di Surabaya dan sekitarnya juga tidak berubah, yakni sekitar 900 hektar. "Banyak pemilik usaha di sana malah membeli properti pergudangan yang lebih dekat kawasan komuter Surabaya Kota," ujar Wira. Dia juga mengatakan, para pemilik usaha di kawasan selatan Surabaya lebih memilih sikap menunggu untuk membangun kawasan industri terkait dengan bencana lumpur di kawasan Porong. "Kalaupun mereka berniat membangun kawasan industri, dilakukan dalam luasan yang terbatas dan lebih dekat Surabaya," kata Wira. (RYO) -- Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
