Berani beli berpotensi makmur. Bila di Teluk Persia kapal induk USA dan
sekutunya berkumpul stand by untuk logistik dan penyerangan militer, maka
disekitar perairan Asia Pasifik Kapal Induk para Investor Besar yg terdiri
Bank Investasi, Bank Sentral, dan Para Investor Global berkantong tebal
sudah stand by dgn berkapal-2 uang untuk menguasai pasar di Asia termasuk
Indonesia yg marketnya masih tergolong kecil untuk ukuran mereka. Sasaran
mereka khususnya pada saham komoditi. Serangan mereka bisa sewaktu-2 kapan?
mereka saja yg tau.

Kenapa mereka menyerang karena :

1. Harapan dan resiko investasi di USA sangat besar krn pengaruh SM dan
ketidak jelasan kekuatan mata uang USD.
2. Harapan pertumbuhan di Eropa dan Jepang sangat rendah sdg di Asia non
Jepang sangat mengesankan.
3. Stock uang cash khususnya dari Timur Tengah dan Emerging Market sangat
banyak ketimbang satu dekade lalu, yg sudah tentu mengalir ke daerah yg
menguntungkan dan berprospek.
4. Pengaruh kekuatan G-7 sdh lemah krn adanya kebangkitan kekuatan emerging
market.
5. Saat ini, bila konsep trader saham adalah harian atau spekulan harian
maka saya yakin anda pasti rugi besar, saham yg anda beli sudah harus
disiapkan untuk program window dressing yg tinggal satu setengah bulan lagi,
tidak terlalu lama kan.

Maka bersabarlah, hari ini mungkin pergerakannya kurang baik, harapan esok
akan lebih baik dari hari ini. Ingatlah selama gonjang-ganjing di pasar AS,
maka harapan pertumbuhan di pasar saham Jakarta dan emerging market akan
sangat besar.

Salam


andrew

Kirim email ke