Hanson Lirik Bidang Usaha Energi JAKARTA,
KOMPAS--Produsen tekstil PT Hanson International Tbk berencana untuk memperluas
usahanya ke bidang energi. Hal tersebut dilakukan perseroan karena melihat
prospek yang bagus untuk bidang energi tersebut.
Direktur Utama PT Hanson International Tbk Dicky Tjokrosaputro, dalam siaran
pers Senin (13/8) di Jakarta mengatakan, perluasan bidang usaha tersebut akan
dilakukan tahun ini.
"Pilihan ini kami lakukan karena melihat kebutuhan energi Indonesia dan dunia
sangat tinggi saat ini. Banyak pengembangan dan pemanfaatan energi fosil juga
energi baru dan terbarukan. Kebijakan energi nasional menargetkan adanya energy
campuan hingga tahun 2025. Posisi minyak bumi secara bertahap bisa digantikan
dengan sumber energi lain yaitu batubara, gas, panas bumi serta energi baru dan
terbarukan termasuk biofuel, katanya.
Direktur PT Hanson International Harun Setiawan Boedi manambahkan, perseroan
akan terus berusaha untuk meningkatkan keuntungan bagi para pemegang saham
dengan meningkatkan kinerja perseroan semaksimal mungkin.
"Melakukan kajian dan riset yang berkesinambungan bagi para stakeholder untuk
mendapatkan keputusan-keputusan strategis yang menguntungkan para shareholder
kami. Untuk rencana-rencana korporasi ke depan, perseroan akan menyampaikan
secara rutin dan transparan kepada publik, kata Harun.
PT Hanson merupakan perseroan yang didirikan pada tanggal 7 Juli 1971 dengan
nama PT Mayer Tex dan bidang usahanya adalah tekstil. Pada tahun 1991, berubah
nama menjadi PT Hanson Industri Utama Tbk yang kemudian menjadi PT Hanson
International Tbk pada tahun 2004.
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, perseroan memang tidak dapat
memberikan hasil yang optimal kepada para pemegang saham. Dimulai sejak masa
krisis tahun 1997 yang mengakibatkan mayoritas kelompok usaha kolaps dan
ditambah dengan kebijakan pemerintah tentang pajak, sikap perbankan dan
peraturan lainnya yang tidak mendukung berkembangnya usaha tekstil, kinerja
perseroan ini semakin terseok-seok.
Di sisi lain, iklim investasi juga masih dinilai negatif karena berbagai
masalah seperti tenaga kerja, keamanan, kepastian hukum dan sebagainya. Tetapi
dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, diharapkan Perseroan dapat
bangkit kembali serta memberikan kontribusi besar kepada para pemegang saham
maupun kepada perekonomian negara. (Tav)
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.