Sudah beberapa minggu yang lalu saya mengetahui rencana peluncuran
ini. Tapi sengaja saya tahan karena belum resmi diumumkan. Sekarang
beritanya sudah ada di koran. 

Apa yang dipaparkan di Jawa Pos memang sama seperti yang saya dengar
langsung. Saya sempat tidak percaya pada awalnya. Saya katakan,
teknologi ini sebenarnya tidak baru karena saat ini di Eropa sudah ada
bus yang sedang ujicoba dengan menggunakan bahan bakar air. Tapi
karena biayanya terlalu tinggi, menjadi belum layak untuk umum.

Saya diinformasikan bahwa yang ini beda, karena memakai air laut dan
biaya terjangkau. Tapi pihak tersebut tidak bisa menjelaskan secara
rinci tentang mekanismenya. Yang dia sampaikan hanya teknologi ini
sudah diuji coba langsung dan hasilnya sangat mencengangkan.

Dia bilang lagi, Presiden SBY akan memperkenalkan penemuan ini di
forum UNCCC 2007 di Bali. Presiden dan para penasehatnya tidak akan
melakukan hal tersebut bila teknologi ini bila mereka tidak yakin akan
keampuhan teknologi ini.

Percaya tidak percaya, yakin tidak yakin, akhirnya saya memutuskan
untuk melepas portfolio CPO saya karena kalau sampai teknologi ini
diumumkan maka harga minyak akan turun, harga batubara akan turun.
Dampaknya akan besar menurut perkiraan saya.

Ntah kebetulan ntah tidak, harga minyak memang belakangan ini mulai
turun. Bahkan, hari ini OPEC yg awalnya berencana untuk meningkatkan
produksi, hari ini memutuskan tidak jadi menaikkan produksinya. 

Bersyukurlah kita memiliki putra bangsa segila Joko Suprapto yang
tetap gigih mempertahankan keyakinanannya akan teknologi ini walau
pada awalnya banyak dicemoohkan. Beliau patut mendapatkan medali
penghargaan tertinggi dari pemerintah atas penemuannya ini.

Bagaimana harga minyak, batubara, dan CPO kedepannya? Apakah akan naik
atau turun?  Bisa saja naik dulu untuk memberi peluang keluar di harga
bagus. Atau, bisa saja turun karena terjadi panic selling. Saya tidak
tahu, dan saya tidak mau pusingkan. Masih banyak saham lain yang jauh
lebih menarik dan lebih aman untuk dimainkan.

Mungkin ini saatnya para pengusaha minyak, batubara, dan CPO
beramai-ramai mendekati SBY dan tim nya untuk mencegah agar teknologi
ini jangan sampai dikembangkan lebih jauh. Kalau perlu teknologi ini
dimusnahkan karena memang akan sangat berbahaya bagi kelangsungan
investasi mereka yang sudah terlanjut dikeluarkan.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu





-------------------
JAWA POS Jumat, 30 Nov 2007
Penemu Blue Energy Warga Nganjuk
Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
 
NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang
sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata
berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo,
Kecamatan Rejoso.

Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut
mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono.
Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua,
Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate
Change (UNFCCC) 2007.

"Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa
berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer
per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba
ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah," ujar Heru begitu turun dari
Ford Ranger B 9648 TJ.

Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di
Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai
lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air
tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda
6, satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy.

Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari
kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga
akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka
Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali.

"Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan
bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia
bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri," tandas Heru bangga.
Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan,
Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun
Joko itu sangat irit. "Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15
kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer,
hanya butuh 25 liter," tutur staf khusus Presiden bidang otonomi
daerah itu.

Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru,
keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang
dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember
mendatang.

"Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk
di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres
(pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden
karacunan, tapi tidak. Coba saja," tantangnya.

Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut
menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari
moncong knalpot bus. "Sama sekali tidak ada baunya," kata Djaelani
setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.

Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai
blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. "Sama sekali tidak perlu
ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua
bisa pakai," tandasnya.

Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di
tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. "Mobilnya
malah semakin tidak ada getaran," lanjutnya bangga.

Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal
kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal
aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan
sempat sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.
"Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada
katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian
karbon tertentu," terang peneliti yang mengaku mengambil ide dari
ayat2 Alquran itu.

Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur,
Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan
mesinnya. "Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk
mesin bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada," kata ayah enam anak itu.

Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. "Kalau
air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan
masyarakat, paling bagus nanti bahannya air laut," terang pria yang
selalu menyembunyikan identitasnya, termasuk almamater tempatnya
meraih gelar insinyur, itu. (jie)






Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke