kalau nunggu turunnya selesai dan pake margin kan dapatnya lebih banyak pak ?
On Dec 13, 2007 3:03 PM, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bagi yang berharap dengan tehnologi saltwater energy, lupakan saja dan > buang jauh-jauh harapan tersebut. > > Kita harus bicara bisnis. Buat apa dibuat dan dikembangkan tehnologi > tersebut kalau pada akhirnya hanya akan merugikan saja? > > Indonesia punya banyak batubara, gas, minyak, perkebunan untuk > biofuel. Sudah terlalu banyak investasi kita di bidang tersebut. Belum > lagi Indonesia termasuk yang kaya akan hutannya, yang dari sini kita > bisa mendapatkan uang banyak dari perdagangan carbon. > > Di Bali saya berpikir lagi, apa untungnya kita membuat tehnolgi baru > kalau pada akhirnya secara bisnis malah merugikan kita. Tehnologi ini > disimpan saja dulu, sampai nanti memang sudah benar-benar dibutuhkan. > Mungkin 50 tahun lagi. > > Kalau tehnolgi ini dikembangkan yang akan rugi banyak sekali. > Negara-negara penghasil minyak, gas, dan biofuel, akan rugi besar. > Negara-negara yang tidak punya sumber energi tapi punya hutan, juga > rugi karena nantinya tidak akan jadi terlaksana perdagangan carbon > yang saat ini sedang dibahas di Bali dan akan dilanjutkan di Denmark > tahun 2009. > > Harga minyak sudah mulai naik kembali sempat ditutup di atas $94. > Tampaknya tinggal menunggu waktu saja untuk bisa menembus angka > penasaran kita di $100. Semoga angka ini bisa terwujud di tahun 2007 > atau awal 2008. > > Saham-saham yang berhubungan dengan energi seperti minya, batubara, > serta cpo bisa dilirik lagi. Di akumulasi untuk bisa nantinya berjaya > kembali ketika harga minyak terus naik dan menembus $100. Ada analis > yang memperkirakan harga minyak tahun 2008 bisa ke angka $150/barrel. > > Beli saham selagi murah. Mumpung lagi pada jualan karena mau liburan. > Jangan panik, beli dengan tegar dan semangat. Lalu simpan saham-saham > bagus dan favorit. Jangan main margin agar selamat. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > >
