PIDATO  DARI PRESIDEN RI

 

Saudara sebangsa dan setanah air. Saya sangat bersyukur kehadirat ALLAH SWT, 
tahun ini telah kita lalui dengan sangat baik. Sangat banyak hasil yang telah 
kita capai bersama. Ini merupakan kemajuan yang sangat berarti bagi rakyat. 
Pemerintah dengan dukungan rakyat hanya bertindak tepat mendukung dan 
memfasilitasi percepatan pembangunan di segala bidang yang dikehendaki dan 
dibutuhkan oleh rakyat.

 

Saudara sebangsa dan setanah air. Sekarang dengan kerendahan hati yang tulus 
ijinkan saya menyampaikan hasil-hasil yang telah kita capai bersama sebagai 
catatan akhir tahun, dan sebagai refleksi bagi segenap jajaran di pemerintah 
untuk bekerja lebih giat lagi melayani rakyat dalam usaha mencapai hasil yang 
lebih baik lagi.

 

Dalam bidang pendidikan, program wajib belajar 12 tahun akan kita tingkatkan. 
Kerjasama SLTA dengan Jaringan Politeknik dan Universitas se Indonesia, akan 
meningkatkan kualitas lulusan SLTA lebih siap masuk lapangan kerja. Disamping 
itu daya serap Perguruan Tinggi akan kita tingkatkan bertahap hingga 50% 
lulusan SLTA. Ditingkat Internasional, 3 tahun berturut-turut ITB telah 
memimpin di peringkat pertama Institut Teknologi & Universitas terbaik se 
Asia-Afrika, UI pada peringkat ke 7, dan masih ada 11 Universitas Negeri/swasta 
yang masuk jajaran 50 teratas. Pemerintah juga menyediakan bantuan pendidikan 
bagi 5000 calon mahasiswa Doktoral pertahun, dimana jumlah ini akan kita 
tingkatkan dari tahun ke tahun.  

 

Ketahanan pangan dan energi bangsa Indonesia semakin kuat. Saya mengucapkan 
terimakasih sebesar-besarnya kepada para petani-nelayan yang telah mendukung 
program pemerintah mengekspor energi dan pangan. Daya saing produk pangan dan 
olahannya dari Indonesia sudah sangat dikenal di dunia, khususnya hasil tanaman 
tropis. Sementara dari ketahanan energi, kita telah menuai hasil dari dibukanya 
10 juta Ha lahan algae di pesisir pantai-pantai Indonesia yang secara bertahap 
akan mensuplai 80% kebutuhan bensin+ethanol. Dari bio diesel kita bahkan telah 
mengekspor ke Negara sahabat, karena kebutuhan kita masih dibawah hasil 
produksi nasional.

 

Dari Kementerian Investasi dan BUMN, saya menerima laporan pendapatan 
Pemerintah meningkat 238% dari hasil investasi pemerintah di 5 pasar modal 
utama dunia, investasi langsung pada proyek-proyek di LN, dan keuntungan BUMN 
dan perusahaan Multinasional milik Pemerintah.

 

Pendapatan pemerintah dari sektor Pajak dan Zakat juga meningkat 41%. 
Pemberlakuan UU Pajak dan Zakat rupanya telah menggali potensi tersembunyi 
rakyat kita. Laporan dari Dirjen Pajak dan Zakat Departemen Keuangan 
menunjukkan 20% pendapatan disumbang dari Zakat. Sekali lagi pemerintah 
mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada rakyat yang telah mempercayakan 
pengelolaan zakatnya kepada Pemerintah. Catatan penting disini adalah ternyata 
rakyat lebih mendahulukan membayar Zakat, baru berikutnya kewajiban pajaknya.  

 

Pemberlakuan UU Pengelolaan Usaha juga menunjukkan hasil yang semakin baik. 
Pemerintah tidak anti pada kapitalisme, tetapi hal ini harus dibatasi. Opsi 
pajak yang sangat tinggi atas hasil usaha diatas nilai wajar atau dikembalikan 
untuk kesejahteraan karyawan dan masyarakat, diluar dugaan diterima dengan baik 
oleh para investor. Pemerintah juga akan memantau secara khusus laporan Laba 
Ditahan dan investasi baru untuk pengembangan usaha. 

 

Tingkat pengangguran kurang dari 2%, akan menjadi perhatian Pemerintah lebih 
baik lagi. Pemerintah akan meningkatkan fasilitas pelayanan umum bebas biaya; 
pangan, sandang, dan papan bagi mereka yang membutuhkan. Pengiriman TKI dan TKW 
tidak trampil telah lama kita hentikan, dan telah kita gantikan dengan TKI 
dengan keahlian dan ketrampilan tinggi dan sangat terlatih. Kebanggaan menjadi 
WNI dan nasionalisme yang kuat semakin dalam tertanam pada setiap warga Negara 
dimanapun dia berada. Indonesia kini juga telah menjadi tujuan penting bagi 
ekspatriat manca Negara. 

 

Krisis keuangan dan Bank Sentral di Eropah dan AS yang merugikan hingga ribuan 
milyard Euro 3 tahun silam, mendorong Pemerintah untuk mempercepat upaya 
realisasi mata uang tunggal di dunia. Setelah mata uang 'Asia Currency', kini 
harus dipikirkan satu mata uang tunggal di dunia. Setiap bangsa di dunia, 
setiap rakyatnya harus terbebas dari perbedaan nilai mata uang yang dapat 
dipermainkan.

 

Akhirnya sebagai penutup, saya mengucapkan 'Selamat Tahun Baru 2018'. Semoga 
tahun depan kita semua, bangsa dan rakyat Indonesia senantiasa mendapat rahmat 
dan berkah dari ALLAH SWT.  Mari kita lebih giat lagi membangun Negara dan 
bangsa Indonesia, mempertahankan posisi pasar utama di Asia, dan menjadi 
lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia.

 

Istana Cipanas, 31 Desember 2017

 

 

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA   

Kirim email ke