smoga si POLY dapet bagian juga  krn dia lumayan besar buat ekspor...para 
penggemar  POLY  semoga bisa sedikit lega termasuk saya...klo fundamental 
membaik harga POLY bakal mental ke atas...


Kamis, 27/12/2007
 Pasar ke AS bakal stagnan pada 2008
Ekspor tekstil lampaui target      JAKARTA: Meskipun sejumlah problem menekan 
daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional, Asosiasi 
Pertekstilan Indonesia (API) memprediksi kinerja ekspor industri ini hingga 
akhir 2007 bakal melampaui target nasional yakni US$9,6 miliar menjadi US$9,9 
miliar. 
 
 Wakil Ketua Umum API Ade Sudrajat memastikan pencapaian ekspor 2007 akan 
terjadi, mengingat pada November ekspor TPT telah melampaui target 2007. "Untuk 
pasar ekspor terjadi peningkatan sebesar 9% dengan volume perdagangan mencapai 
US$9,9 miliar, atau naik terhadap 2006 sebesar US$9,2 miliar," kata Ade saat 
dikonfirmasi Bisnis kemarin. 
 
 Faktor pemicu peningkatan ekspor tersebut, kata dia, akibat terjadi 
peningkatan konsumsi produk jadi a.l. garmen di sejumlah negara Uni Eropa 
(pasar tradisional) sejak awal semester II/2007, kenaikan harga produk TPT di 
pasar dunia, dan belum berpengaruhnya dampak pelambatan ekonomi AS sehingga 
ekspor TPT ke Negeri Paman Sam tersebut relatif tidak terganggu pada tahun ini.
 
 Namun, kenaikan ekspor tersebut ternyata tidak selaras dengan pertumbuhan 
konsumsi di pasar dalam negeri yang justru tumbuh negatif 5% sepanjang 2007. 
Dia mengungkapkan, pada tahun ini produk TPT nasional hanya menguasai 45% atau 
sekitar Rp1,45 trilun dari total pasar domestik sebesar Rp3 triliun pada 2007. 
 
 Penguasan pasar domestik ini turun sekitar 5% dibandingkan dengan 2006. 
Padahal, di satu sisi permintaan pasar domestik 2007 naik dibandingkan dengan 
tahun sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun. Hal tersebut dipicu masih maraknya 
impor produk garmen murah dan selundupan asal China, Vietnam, Bangladesh, 
bahkan Eropa. 
 
 "Pasar tekstil di dalam negeri sebenarnya sudah meningkat karena daya beli 
masyarakat meningkat, tapi produk TPT dari industri kita hanya menguasai tidak 
lebih dari 50%. Kenyataan ini relatif tidak ada perubahan dibandingkan dengan 
2006 karena upaya pemerintah baik Depdag dan Bea Cukai membendung produk impor 
murah dan ilegal belum maksimal," ujarnya.
 
 Proyeksi 2008
 
 Ekonom UGM Mudrajad Kuncoro sebelumnya mengingatkan, meski industri tekstil, 
barang kulit dan alas kaki menjadi penyumbang ketiga terbesar produk domestik 
bruto (PDB) pada 2007 sebesar 10,4%, tetapi pada 2007 sektor industri ini 
mengalami pertumbuhan negatif 10.3%. "Ke depan, ini yang harus diwaspadai," 
katanya.
 
 Dia mengatakan risiko bisnis yang besar pada industri tekstil akibat pola 
pertumbuhan yang tidak selaras sehingga menekan perdagangan. Antara pasokan 
bahan baku ke industri hilir, skala upah buruh, pasokan energi yang terhambat, 
dan tingkat konsumsi yang tidak seimbang memengaruhi penurunan daya saing di 
pasar domestik dan ekspor.
 
 Namun, kata Ade, para pelaku industri TPT tetap optimistis kinerja ekspor pada 
tahun depan akan tetap meningkat 10% dari realisasi US$9,9 miliar menjadi 
US$10,89 miliar meski krisis finansial di AS yang memicu pelambatan ekonomi 
global belum dapat dipulihkan pada tahun depan. 
 
 "Pada 2008, pasar tekstil ke AS dipastikan akan stagnan atau tetap di posisi 
40% dari total ekspor, tetapi produsen telah menyiapkan berbagai grand strategy 
agar peningkatan 10% itu dapat terwujud di antaranya melakukan perluasan pasar 
ke negara-negara UE [Jerman, Perancis, Belanda dan Inggris] dan Jepang." 
 
 Ade tetap optimistis nilai tukar euro akan tetap kuat menghadapi pelemahan US$ 
sehingga penguatan daya beli konsumen Eropa tetap terjaga, sementara perluasan 
ke pasar Jepang akan ditingkatkan menyusul adanya perjanjian dagang Indonesia 
Jepang dalam EPA. "Pengalihan pasar ke Eropa dan Jepang menjadi pemicu 
pertumbuhan ekspor TPT nasional pada tahun depan," tegas dia.
 
 Untuk itu, lanjut dia, agenda kerja industri TPT nasional perlu segera 
diintegrasikan untuk mewujudkan peningkatan ekspor pada 2008, di antaranya 
penguatan basis produksi garmen di Jateng dengan penambahan investasi sekitar 
Rp450 miliar, yang akan menyerap tenaga kerja baru sekitar 75.000 orang. 
 
 Selain itu, perbaikan sarana infrastruktur untuk menekan biaya transportasi, 
dan jaminan pasokan listrik PLN terhadap industri yang akan menambah investasi. 
"Tahun depan jalan tol yang langsung menghubungkan Tanjung Priok dengan Kawasan 
Industri Jabar perlu segera direalisasikan, sebab industri TPT ini membutuhkan 
akselerasi tinggi," katanya. 

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke