Menkeu: Pergerakan Indeks Pengaruhi Proyeksi Ekonom
Rabu, 23 Januari 2008 | 21:13 WIB
JAKARTA, RABU - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, ancaman dari
resesi global akibat menurunnya pergerakan indeks di bursa saham dunia sangat
mungkin memengaruhi proyeksi perekonomian Indonesia. Maka, pemerintah dan Bank
Indonesia harus meresponnya dengan cara menyesuaikan kebijakan fiskal dan
moneternya.
Bagaimana pengaruh ekonomi global itu pertama kali pada perekonomian secara
langsung pada neraca pembayaran, ekspor dan impor komoditas, serta bagaimana
memengaruhi pasar saham dan pasar uang. Kita tidak boleh atau tidak melakukan
respon yang sifatnya spontanitas, ujar Sri Mulyani menjawab pers, seusai
mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di
Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (23/1).
Menurut Sri Mulyani, kebijakan yang harus dilakukan pemerintah adalah melihat
performa industri, perusahaan dan sektor-sektor ekonomi.
Dari analisis industri, sektor dan perusahaan, kita akan melihat formulasi
kebijakan yang dianggap paling tepat. Kalau yang sudah kita identifikasi,
kebijakan itu di antaranya kebijakan fiskal, penurunan bea masuk dan pemberian
subsidi serta menciptakan insentif, tambah Sri Mulyani.
Itu supaya perusahaan, industri dan sektor tidak terpengaruh dan terbebani
begitu besar. Kebijakan fiskal lainnya adalah menjaga daya beli masyarakat
dengan cara melakukan stabilisasi, terutama pada komiditas, papar Sri Mulyani.
Lebih jauh Sri Mulyani mengatakan, BI selanjutnya akan memformulasikan
kebijakan moneternya. Yang penting bagi kita adalah menjaga stabilitas. Kalau
untuk moneter, terutama agar inflasi bergerak pada target yang ditetapkan.
Jangan sampai inflasi meningkat lagi. Jadi, inflasi akan terus kita monitor,
karena kisarannya, yaitu 5 plus minus satu. Di sini BI harus memformulasikan
kebijakannya, demikian Sri Mulyani. (har)
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.