Tinggal tunggu waktu saja, apalagi harga saham cepat naik,
bisa bubble lagi. Ingat inflasi tinggi, sektor riil mandek, bahkan
banyak yg gulung tikar. Jadi sekarang main saham ngak usah
full power, ada untung take profit dulu.
ko kenghong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
BI: Kemungkinan Turbulensi Lagi
KOMPAS/ LUCKY PRANSISKA
Artikel Terkait:
IHSG Ditutup Naik
Bernanke Siap Agresif, Wall Street Menguat
Khawatir Resesi, Wall Street Jebol
Bursa Dibayangi Awan Gelap
Rabu, 23 Januari 2008 | 21:21 WIB
JAKARTA, RABU - Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goletom menengarai
kemungkinan terjadi turbulensi lagi di pasar modal seperti pada Selasa lalu
(22/1) berupa bursa saham di seluruh dunia anjlok termasuk bursa saham
Indonesia.
Hal ini karena dampak dari kasus kredit perumahan AS (subprime mortgage)
belum akan berakhir meski telah menyebabkan kerugian besar beberapa institusi
keuangan internasional. "Biar bagaimanapun harus diakui bahwa saling
berjatuhannya institusi finansial yang begitu besar menimbulkan kegalauan pada
semua pemain. dan menimbulkan kepanikan terutama bagi mereka yang bermain di
pasar uang. Kalau mereka panik mereka akan lari," kata Miranda seusai
peluncuran bukunya di Jakarta, Rabu (23/1).
Padahal menurut dia, saat ini masih ada beberapa intitusi internasional yang
belum mengumumkan laporan tahunan keuangannya. "Ekonomi kita akan terus
diwarnai oleh berbagai laporan mengenai keadaan institusi keuangan. Jangan
lupa, belum semua institusi keuangan mengumumkan laporan tahunannya. Jadi ada
kemungkinan kita turbulensi seperti ini," katanya.
Menurut dia, meski pasar modal kini kembali membaik karena adanya kebijakan
the fed yang memangkas suku bunganya hingga 75 basis point, namun BI tetap
mewaspadai lebih lanjut dampak susulan dari kasus subprime mortgage yang belum
diketahui.
"Hari ini saya melihat pasar rebound, rupiah kembali mendekati 9300-an. Dan
kita lihat capital market di Jakarta kembali lagi rebound. Dalam keadaan
seperti ini kita seharusnya tidak hilang kewaspadaan karena permasalahan yang
terjadi di AS belum selesai," katanya.
Namun demikian, pihaknya bersama pemerintah tetap waspada dan bersiap
menghadapinya agar dampaknya terhadap perekonomian Indonesia tidak besar. "Kita
pasti kena dampak karena perekonomian kita open, tapi bagiamana dampaknya bisa
diperkecil," katanya.(Antara/Put)
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.