Harga Saham Bakrie Rp 680
Setelah Reverse Stock JAKARTA - Jalan PT Bakrie and Brothers Tbk melakukan akuisisi internal tiga perusahaan kian lapang. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) emiten berkode BNBR itu telah menyetujui pengurangan saham (reverse stock) dua banding satu. Langkah itu untuk memuluskan rencana penawaran umum terbatas (right issue) Rp 40 triliun yang digunakan sebagai modal akuisisi. "Untuk meningkatkan nilai nominal saham, perseroan memutuskan reverse stock," ujar Presdir PT Bakrie Brothers Tbk Bobby Gafur Umar setelah RUPSLB di Jakarta kemarin (21/2). Proses reverse stock menggunakan rasio dua banding satu, di mana setiap dua lembar saham lama menjadi satu lembar saham baru. Dengan begitu, jumlah saham yang beredar saat ini 26,970 miliar berkurang menjadi 13,485 miliar lembar. "Harganya saat ini Rp 340. Secara teoritis, harga saham hasil reverse stock menjadi Rp 680," tambahnya. Tiga perusahaan yang akan diakuisisi Bakrie adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energy Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). BUMI dilego pada harga Rp 5.432 per saham dengan total transaksi Rp 36,9 triliun. Kemudian ENRG dengan harga Rp 1.254 per saham dengan total transaksi Rp 7,2 triliun, sedangkan ELTY dibeli pada harga Rp 556 per saham dengan transaksi Rp 4,3 triliun. Total dana untuk akuisisi Rp 48,4 triliun. Selain itu, sambung Bobby, sumber pendanaan seluruh aksi korporasi yang diperkirakan menelan Rp 51,3 triliun tersebut dilakukan lewat penerbitan waran seharga Rp 620 untuk tiap pemilik 17 saham right issue. Dari hasil waran diharapkan mencapai Rp 2,9 triliun. Selain itu, pendanaan juga dilakukan melalui pinjaman bank Rp 8,3 triliun. Seluruh proses transaksi diharapkan selesai setelah 25 April 2007. Setelah akuisisi beres, BNBR akan mengonsolidasikan perusahaan-perusahaan di bawahnya dan menambah lini bisnis dari sebelumnya infrastruktur, telekomunikasi, dan perkebunan, menjadi properti pertambangan serta sektor energi. Chief Financial Officer (CFO) Bakrie & Brothers Yuanita Rohali menyatakan, proses reverse stock akan memengaruhi volume perdagangan saham perseroan. Sebab, jumlah saham yang beredar akan berkurang, tapi harganya meningkat. "Dengan reverse stock, perdagangan saham akan meningkat dan meminimalkan langkah spekulatif," timpalnya. BNBR menyiapkan tiga pembeli siaga untuk menyukseskan reverse stock. Yaitu, PT Danatama Makmur, Credit Suisse (Singapura), dan PT Bakrie Capital Indonesia. "Mereka juga menjadi pembeli siaga terhadap odd lots yang kemungkinan timbul selama periode 26 Februari sampai 3 Maret pada harga tertinggi dari harga penutupan tertinggi selama 25 hari bursa terakhir," ujarnya. Reverse stock juga menyebabkan nilai nominal saham BNBR seri A juga berubah dari Rp 2.500 per lembar menjadi Rp 5.000. Nilai nominal saham B naik dari Rp 350 per lembar menjadi Rp 700. Sementara nilai saham seri C meningkat dari Rp 100 per lembar menjadi Rp 200. (aan/oki) Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
