Tapi hari ini saya baca di koran Bisnis dan Investor Daily, adanya claim atas 
kepemilikan dari pemegang saham Adaro. Nah semoga saja hal ini tidak menjadi 
ganjalan bagi para investor ritel yang bersiap memburu saham Adaro saat 
listing, mengingat dari sisi legal aspect koq kayaknya potensi bermasalah, 
salam cuan. 

--- On Mon, 7/7/08, Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [saham] Adaro - was volume
To: [email protected]
Date: Monday, July 7, 2008, 8:14 PM










    
            Nilai Maksimal pada IPO Adaro Energy 



Vicky sendiri optimistis saham Adaro bakal jadi buruan investor. Dia

juga tidak khawatir dengan kondisi bursa yang sedang bergejolak. "Proses

IPO Adaro paling dinanti investor, jadi kami optimistis semua akan

berjalan sesuai ekspektasi," ujarnya.



Adaro adalah perusahaan batubara terbesar kedua di Indonesia dengan

sumber daya batu bara hingga 2.803 juta ton. Kapasitas produksi mereka

sebesar 40 juta ton per tahun. Hingga 2012, kapasitas produksi mereka

ditarget 80 juta ton. Adaro menguasai tambang batubara tunggal terbuka

terbesar di belahan dunia bagian Selatan. Di Kalimantan, mereka

mempunyai wilayah tambang seluas 34,9 ribu hektare dengan hak eksplorasi

hingga 2022. Cadangan batu bara perusahaan yang dibidani sekelompok

pengusaha muda itu mencapai 928 juta ton. 



Saham perseroan kini dimiliki PT Saratoga Investama Sedaya (22,9

persen), PT Triputra Investindo Arya (20,48 persen), PT Persada Capital

Investama (16,8 persen), Boy Garibaldi Thohir (11,97 persen), PT

Trinugraha Thohir (11,97 persen), Edwin Suryadjaya (6,60 persen),

Permadi Rachmat (3,48 persen), Sandiaga Uno (3,17 persen), Subianto (2

persen), dan PT Saratoga Sentra Business (0,53 persen). 



Pasca-IPO, komposisi pemegang saham perseroan akan berubah menjadi

dimiliki PT Saratoga Investama Sedaya (14,93 persen), PT Triputra

Investindo Arya (13,34 persen), PT Persada Capital Investama (11,01

persen), Garibaldi Thohir (7,8 persen), PT Trinugraha Thohir (7,8

persen), Edwin Soeryadjaya (4,3 persen), T Permadi Rachmat (2,27

persen), Sandiago Uno (2,07 persen), Subianto (1,3 persen), PT Saratoga

Sentra Business (0,25 persen), dan masyarakat (34,83 persen).



Secara terpisah, pengamat hukum pasar modal Indra Safitri mengingatkan

agar investor berhati-hati sebelum mengoleksi saham Adaro. Sebab, meski

telah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK, persoalan hukum

yang membelit perseroan belum tuntas. "Bapepam-LK tidak dalam kapasitas

memutuskan apakah kasus hukumnya sudah tuntas atau belum. Bapepam-LK

mengeluarkan pernyataan efektif hanya karena semua dokumen Adaro terkait

problem hukumnya sudah lengkap," jelasnya.(eri/ fan)



jkunci wrote:

> 

> Si cantik adaro pake rok mini

> bikin hati berdendang riang

> 

> volume transaksi BEI makin mini

> bikin badan ini makin meriang

> 

> sekedar bercanda :-))

> 

> --- In [EMAIL PROTECTED] com, "rina mayapada" <rina.infosaham@ ...> 

wrote:

> >

> > Darling, udah lupa ya kalo si cantik nan bahenol, Adaro dan Bayan 

> > udah siap2 mo keluar kamar? So pasti semua mata tertuju padanya,

> > jadi yg lain minggir dulu ya... suit... suit... ... ngak kuku deh 

> > Bo... ;-)

> >

> > On 7/7/08, swan silo <swan_groups@ ...> wrote:

> > > volume transaksi hari ini kok mini sekali...... .........



-- 

Surabaya Office: Tersedia ruang kantor siap pakai di kota 

Surabaya. Ukuran 50 & 12 m2. Fasilitas lengkap, 3km dari 

pusat kota. Hubungi 031-5013570, HP: 0852 3008 3510 atau

email: [EMAIL PROTECTED] co.id




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke