Joki-joki Pasar Modal Indonesia Rabu, 9 Juli 2008 | 01:17 WIB Setelah sempat tertunda selama dua pekan, PT Adaro Energy akhirnya dapat melakukan penawaran umum perdana sahamnya mulai Selasa (8/7) hingga Kamis (10/7). Minimnya jumlah saham yang ditawarkan kepada investor ritel mengakibatkan saham perdana perusahaan tambang batu bara itu diperebutkan.
Ini lagi jual saham Adora mas, kata Nurpuji (30), warga Ciputat, Tangerang, yang ditemui di Kawasan Semanggi Expo, Jakarta, kemarin siang. Nurpuji bersama dengan ratusan orang lainnya antre demi memperoleh sebundel formulir pemesanan saham perdana PT Adaro Energy. Namun, Nurpuji diam membisu saat ditanya jumlah saham yang akan ia pesan. Ia hanya menunjukkan sebuah kertas putih bertuliskan Investor Portfolio, yang dikeluarkan sebuah perusahaan sekuritas. Dari gelagat dan caranya menjawab, tidak sulit untuk mengetahui bahwa Nurpuji adalah joki saham yang dibayar seseorang untuk mendapatkan formulir saham Adaro. Kesalahannya menyebutkan Adaro dengan Adora pun sudah memberi indikasi kuat. Tak jauh dari tempat Nurpuji berdiri, tujuh ibu separuh baya tampak serius mendengarkan pengarahan seorang pria berpakaian rapi. Kalau ditanya petugas account-nya (rekening) di mana, bilang saja di perusahaan ini, kata pria itu sambil menunjukkan sebuah nama perusahaan sekuritas yang tertera pada kertas investor portfolio. Ketujuh ibu itu pun menghafalkan nama perusahaan sekuritas tersebut. Namun, mereka kesulitan membaca Securities, kata kedua dari nama perusahaan sekuritas itu, yang terdengar mereka mengucapkan securities dengan se-ku-ri-ti-es, yang seharusnya dibaca sikyuritis. Mereka memiliki profesi yang sama dengan Nurpuji, yakni menjadi bagian dari ratusan joki yang pada Selasa (8/7) ikut antre untuk mendapatkan formulir pemesanan saham perdana Adaro. Para joki itu datang menggunakan bus umum yang disewa seseorang yang disebut kepala joki. Dari kepala joki inilah para joki mendapatkan investor portfolio, selembar kertas yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki portofolio saham di sebuah perusahaan sekuritas. Anehnya, nama yang tertera pada investor portfolio itu sama dengan nama yang tertera pada KTP joki. Semuanya sudah diatur orang dalam, kata Asri, seorang kepala joki. Asri mengaku mengerahkan 50 joki. Masing-masing joki, yang sehari-hari adalah ibu rumah tangga, pengamen, tukang ojek, dan jenis pekerjaan kasar lainnya, diberi upah Rp 30.000 untuk satu bundel formulir. Biasanya saya dapat 2-3 formulir, tetapi hari ini hanya dapat satu, kata Narini (35), seorang joki yang membawa tiga anaknya yang masih kecil saat mengantre. Saya belum dapat, tidak kuat antrenya, ujar Cawit, seorang ibu berusia 70 tahun. Asri sendiri mendapat upah Rp 10.000 untuk setiap formulir yang berhasil didapatkan joki. Upah itu diperoleh dari seseorang yang disebut dengan bandar joki atau bos besar. Seorang bandar joki, sebut saja Joan, menuturkan, ia mengeluarkan Rp 50.000 per formulir. Selain untuk kepala joki dan joki, dana itu untuk menyewa bus dan uang makan joki. Rahasia umum Setelah mendapatkan formulir cukup banyak, Joan mengatakan, ia akan mengisi berapa banyak saham yang dipesan dan kemudian mentransfer dana ke bank sesuai nilai saham yang dipesan. Bukti transfer ini selanjutnya ditunjukkan kepada petugas IPO untuk divalidasi. Saat ditanya, apakah petugas IPO tidak curiga ketika Joan memvalidasi cukup banyak formulir, Joan hanya menjawab, Mereka juga sudah tahu, sudah rahasia umum. Bahkan, kata Joan, saat proses penjatahan, semua saham yang dipesan akan masuk ke rekening portofolionya, sekalipun dalam formulir pemesanan yang tertera adalah nama para joki. Semuanya sudah diatur. Badan Admistrasi Efek juga tau kok, katanya. Joan mengaku terpaksa mengerahkan dan mengkordinir sekitar 50 joki karena sulit mendapatkan saham-saham perdana yang harganya berpotensi naik saat diperdagangkan di pasar sekunder nanti. Kalau sahamnya jelek, baru dalam porsi besar dilepas ke investor ritel, katanya. Danatama Makmur memang hanya mengalokasikan 222,78 juta saham perdana Adaro kepada publik. Jumlah itu setara dengan dua persen dari total saham Adaro yang akan dilepas kepada publik, yaitu sebanyak 11,139 miliar saham. Sisanya, 98 persen, sudah dicadangkan untuk investor institusi, khususnya institusi asing. Dengan harga Rp 1.100, sebanyak 227,78 juta saham Adaro itu setara dengan Rp 245 miliar, jumlah yang relatif kecil bagi 250.000 investor ritel di Indonesia. Apalagi, bila dibandingkan dengan target perolehan dana IPO Adaro sebesar Rp 12,25 triliun. (REINHARD NAINGGOLAN) Johan Tasman wrote: > > Sekedar bagi pengalaman. > > Tadi sore jem 14 saya datang ke Semanggi Expo, pas nyampe langsung > disuguhin pemandangan antrian orang sampe luar tenda, sempet jadi > males, jangan-jangan musti antri panjang kayak BTEL dulu, tapi > ternyata yang antri itu orang2 yang ga punya rekening efek (calo > bayaran kali??). Kalau kita "perorangan" / institusi bisa langsung > masuk, belok kiri & ambil nomor. > > Suasana didalem lumayan nyaman, ga terlalu rame (apa karena sudah > sore), pengaturan zoningnya lebih bagus ketimbang BTEL dulu, SPG/CS > nya juga lebih "seger" :) di sebelah kiri tengah ada kursi-kursi buat > yang mau tanya2, sebelah paling kiri tempat kita antri untuk ngambil > FPPS, sebelah kanan ada antrian lagi, lanjutan antrian dari luar. > > Prospectus setebel buku telpon bisa diambil bebas, saya sih ga > ngambil, bakalan jadi sampah juga di rumah. > > Di tempat ngambil FPPS kita cuma perlu kasih fotocopy KTP & isi kode > broker. > > Repotnya itu pas bayar musti ke Bank Mega, disana paling deket Mega > Kuningan, dan musti balik lagi ke Expo buat balikin formulir. Usul > buat penyelenggara (kalau ada di milis ini), kalau bisa undang bank > penerimanya untuk buka booth online, jadi investor ga perlu bolak > balik. > > Segitu dulu sekilas pandangnya, mungkin berguna buat yang baru pertama > kali mau ikutan IPO :) > > Tentang tuntutan Beckkett, kalau menurut saya si resiko memang ada > tapi paling engga sampe akhir tahun ini masih safe, gimana menurut > para suhu? ditunggu comment temen2. > > Regards, > Johan > Karawaci.Info > www.karawaci.info > -- Surabaya Office: Tersedia ruang kantor siap pakai di kota Surabaya. Ukuran 50 & 12 m2. Fasilitas lengkap, 3km dari pusat kota. Hubungi 031-5013570, HP: 0852 3008 3510 atau email: [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
