Wah kukira ini pengalaman pak Tarik sendiri. Ternyata bukan. Emang setahu saya kalau pengemis itu bisa lebih kaya karena bisa dapat Rp 30 ribu sehari. Lebih dari kebanyakan UMR dan kalau pulang kampung pada menor pakai kebaya baru. Kadang kalau pengemis makin disabled atau difabel, lebih baik karena bisa dapet lebih banyak.
Sudah nggak perlu main saham, ngemis saja! Dapatnya lebih dari cukup. Sidarto Tarik wrote: > > Cuplikan ini semoga bs bermanfaat dan > > semoga dapat dijabarkan di dalam Bisnis, yang saat ini akan anda > tekuni > > Keadaan sekeliling dan lingkungan kita dapat mempengaruhi kita. > Keadaan jiwa juga dapat mempengaruhi kita. Keadaan suasana hati dapat > pula mempengaruhi kita. Mempengaruhi untuk bersikap dan melakukan > sesuatu tindakan. > > Pada bulan puasa beberapa waktu lalu, saya diberitahu tentang > banyaknya pengemis yang dapat penghasilan 1-2 juta per hari. Ibu-ibu > tua, bahkan anak-anak di pinggir jalan tiba-tiba penghasilannya > meningkat di bulan Ramadhan dan puncaknya pas lebaran. Karena hal ini > pula seringkali mereka khusus datang dari desa ke kota hanya untuk > mengemis. > > Namun mengapa orang-orang begitu baik hati untuk beramal ? Kenapa > mereka beramal sedemikian banyak pada waktu itu ? Semua karena hatinya > yang menjadi khusyuk sewaktu menjalankan ibadah di bulan yang suci > itu. Mereka begitu bersemangat menjalankan semua ibadah yang bisa > dilakukan, termasuk banyak beramal. > > Orang Amerika yang sering pergi ke Las Vegas, tahu-tahu ada kabar > menikah di sana. Mendadak saja keinginan menikah mereka timbul. Hal > ini dikarenakan suasana kota Las Vegas yang sering kali menikahkan > dengan persyaratan dan tata cara yang begitu mudah. Katanya satu > gereja sehari bisa menikahkan sampai 30 pasangan. Sampai antri segala. > > Saya sering tanya ke teman-teman yang sering bepergian ke Singapura, > âKalau kamu ke Singapura, apakah kamu akan membuang sampah > sembarangan ?â âTidak,â jawab mereka. âLalu kenapa kalau di > Indonesia masih membuang sampah sembarangan ?â. âYa, karena di > sini semua begitu.â > > Apakah mereka tidak bisa disiplin ? Apakah mereka tidak bisa diajarkan > yang seharusnya ? Bisa. Bahkan tidak usah diajarkan, suruh saja mereka > ke Singapura. Begitu sampai di sana mereka sudah tidak mau membuang > sampah sembarangan. Kenapa di Indonesia mereka melakukannya ? Karena > mereka mengganggap di Indonesia sah-sah saja untuk melakukan seperti > itu. Tidak apa-apa, tak ada tindakan. Beda dengan di Singapura yang > bisa didenda sampai ratusan ribu rupiah. > > Saya punya teman yang sangat pelit. Dia bahkan di awal-awal tinggal di > Amerika tidak mau memberi tip, uang terima kasih untuk karyawan > restoran. Namun setelah tinggal di sana selama 3-4 bulan, dia terbiasa > untuk memberi tip 15% dari total pengeluaran, minimal 10%. Kok berubah > ? âSaya bisa celaka kalau tidak memberi tip. Bisa dipanggil untuk > dimintai,â jawabnya. > > Ternyata orang yang pelit yang biasanya tidak memberi tip, sampai di > tempat dimana semua orang memberi tip, dia juga turut melakukannya. > Hal ini karena lingkungan sekitarnya melakukan itu sehingga > mempengaruhinya. > > Suasana hati seperti bulan puasa, lingkungan seperti di Singapura, > nilai-nilai budaya seperti di Amerika mau tidak mau mempengaruhi kita. > Yang pelit menjadi beramal. Yang biasa tidak berderma menjadi > berderma. Yang tidak disiplin menjadi disiplin. > > Nah, demikian juga sukses. Sukses juga akan dipengaruhi oleh > lingkungan, orang-orang sekeliling kita dan nilai-nilai buadaya yang > dianut. Karenanya kita juga harus mencari lingkungan, orang-orang yang > mempunyai nilai-nilai yang sukses. Karena hal ini akan mempengaruhi > kita menjadi sukses pulak > > > Sumber : > http://www.tanadisantoso.com/v50/BusinessWisdom/ > > -- Surabaya Office: Tersedia ruang kantor siap pakai di kota Surabaya. Ukuran 50 & 12 m2. Fasilitas lengkap, 3km dari pusat kota. Hubungi 031-5013570, HP: 0852 3008 3510 atau email: mailto:[EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
