Dari URL :
http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/96039
>
SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU semoga bisa diterapkan di
> sarang warta ini.
Saya jadi ingin coret2 nich......
Sekedar untuk COOLING DOWN di sore hari aja. By Pass Jika Tdk Perlu
Berikut sedikit - sedikit MAPPING antara SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING
DIYU dalam TRADING sehari - hari.
Siapa tahu Berguna ?
-Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu-
Ada tujuh tahapan atau tingkat
yang harus dilakukan apabila ingin mencapai tataran hidup yang sempurna, yaitu
:
Tapaning jasad, yang berarti mengendalikan/menghentikan daya
gerak tubuh atau kegiatannya. Janganlah hendaknya merasa sakit hati atau
menaruh balas dendam, apalagi terkena sebagai sasaran karena perbuatan orang
lain, atau akibat suatu peristiwa yang menyangkut pada dirinya.
Sedapat-dapatnya hal tersebut diterima saja dengan kesungguhan hati.
FREE EMOTIONS. Nrimo ing Pandum atau Dapat menerima apapun keadaan/hasil-nya
dengan kesungguhan hati
(Bersyukur).
Rahasianya : Saat kita mengeluh sebenarnya kita semakin jauh
dari Tujuan. Semakin kita SURVIVE apapun hasilnya dan belajar. Semakin dekat
kita dengan Tujuan. (The Real Target = PROFIT)
"Satu
- satunya Martabat yg sejati adalah martabat yg tidak terendahkan oleh sikap
tdk hormat orang lain"
"Kita
tdk akan mengurangi keagungan air terjun Niagara
dengan meludahinya...”
Tapaning budi, yang berarti mengelakkan/mengingkari perbuatan
yang terhina dan segala hal yang bersifat tidak jujur.
JUJUR dalam PEMBUKUAN TRANSAKSI. Dan JUJUR dalam kebiasaan bertransaksi
(khususnya
JUJUR pada diri sendiri)
Rahasianya : Semakin cepat kita tahu kesalahan kita. Semakin
cepat pula kita SADAR untuk memperbaikinya. Keledai tdk akan masuk dalam lubang
yg sama 2 kali.
Tapaning hawa nafsu, yang berarti mengendalikan/melontarkan jauh-jauh
hawa nafsu atau sifat angkara murka dari diri pribadi. Hendaknya selalu
bersikap sabar dan suci, murah hati, berperasaan dalam, suka memberi maaf
kepada siapa pun, juga taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memperhatikan perasaan
secara sungguh-sungguh, dan berusaha sekuat tenaga kearah ketenangan (hening),
yang berarti tidak dapat diombang-ambingkan oleh siapa atau apapun juga, serta
kewaspadaan (heneng).
HATI
– HATI dan WASPADA pada hal – hal yg mengikat KERUGIAN dan FOKUS pada hal – hal
yg penting.
Rahasianya : Kerendahan Hati (Khususnya tdh MARKET – Market
Always Right) , Sabar menunggu waktu yg TEPAT(Entry/Exit/Hold) dan Eling
(Selalu ingat pada yg memberi REJEKI dan
yakin bahwa REJEKI itu tdk kemana : datang tepat pada waktuNya).
Alon – Alon Asal Klakon : Tidak terburu – buru dan memakai HATI 2x
saat BERJALAN demi tercapainya arah TUJUAN yg sebenarnya.
Tapaning sukma, yang berarti memenangkan jiwanya. Hendaknya
kedermawanannya diperluas. Pemberian sesuatu kepada siapapun juga harus
berdasarkan keikhlasan hati, seakan-akan sebagai persembahan sedemikian,
sehingga tidak mengakibatkan sesuatu kerugian yang berupa apapun juga pada
pihak yang manapun juga. Pendek kata tanpa menyinggung perasaan.
IKHLAS
dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan TRADING PLAN yg di buat atau yg di
FEELINGkan sesuai dengan KEADAAN yg SEBENARNYA.
Melepas pada waktunya
melepas dan menerima pada waktunya menerima. Orang tdk mungkin panen tanpa
menyebar benih, Sebab barang siapa menanam maka dia akan
menuai. Memegang selalu makna “inipun akan
berlalu”
Rahasianya : Kedamaian Sejati yg ada dalam hati
Tapaning cahya, yang berarti hendaknya orang selalu awas dan
waspada serta mempunyai daya meramalkan sesuatu secara tepat. Jangan sampai
kabur atau mabuk karena keadaan cemerlang yang dapat mengakibatkan penglihatan
yang serba samar dan saru. Lagi pula kegiatannya hendaknya selalu ditujukan
kepada kebahagiaan dan keselamatan umum.
JANGAN
SERAKAH dan TAKABUR dalam BERTINDAK. BERTINDAK TEGAS dalam
KONDISI yg TEPAT. MAKSIMALKAN tindakan demi TUJUAN yg SEBENARNYA (PROFIT).
Tapaning gesang, yang berarti berusaha berjuang sekuat tenaga
secara berhati-hati, kearah kesempurnaan hidup, serta taat kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Mengingat jalan atau cara itu berkedudukan pada tingkat hidup
tertinggi, maka ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu itu dinamakan
pula “Benih seluruh semesta alam.”
Bisa
itu karena BIASA. KEBIASAAN didapat dari TINDAKAN yg
BERULANG2. TINDAKAN didapat dari PIKIRAN. PIKIRAN akan menjadi TINDAKAN BAIK
saat
ada KONTROL dari HATI. Sehingga jika BENIHnya BAIK. Maka akan menjadi KEBIASAAN
BAIK. KEBIASAAN yg BAIK akan menghasilkan KARAKTER yg BAIK, dan KARAKTER yg
BAIK akan menghasilkan REJEKI yg BAIK (NASIB BAIK = BERUNTUNG)
That's Why ? Keberuntungan adalah BAGIAN dari KEKUATAN
…………………………………………………….Catatan :
Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu hanya
sebagai kunci untuk dapat memahami isi Rasa Jati, dimana untuk mencapai
sesuatu yang luhur diperlukan mutlak perbuatan yang sesuai.
Rasajati memperlambangkan jiwa atau badan halus
ataupun nafsu sifat tiap manusia, yaitu keinginan, kecenderungan,
dorongan hati yang kuat, kearah yang baik maupun yang buruk atau jahat.
Nafsu
sifat itu ialah : Luamah (angkara murka), Amarah, Supiyah (nafsu birahi).
Ketiga sifat tersebut melambangkan hal-hal yang menyebabkan tidak teraturnya
atau kacau balaunya sesuatu masyarakat dalam berbagai bidang, antara lain:
kesengsaraan, malapetaka, kemiskinan dan lain sebagainya.
Sedangkan
sifat terakhir yaitu Mutmainah (nafsu yang baik, dalam arti kata
berbaik hati, berbaik bahasa, jujur dan lain sebagainya) yang selalu
menghalang-halangi tindakan yang tidak senonoh.
Pangastuti
:
If you search Gusti, find Gusti through your true feeling (roso
sejati), now it can be understood when some wise Javanese say: The unity
between servant and master (manunggaling kawulo Gusti). It is merely a parable,
the truth is: Gusti is Gusti and Kawulo is Kawulo. But a wise person with true
feeling should be in state of harmonious relations with Gusti. He
should know everything by the permit from Gusti and his true wishes should be
fulfilled by Gusti. Of course the wishes are good and correct ones to
glorify the name of Gusti and for the benefit of all mankind, to 'mamayu
hayuning bawono'
In the contrary, evil wishes, bad deeds, dishonesty which are harmful
to mankind should never be permitted and fulfilled by Gusti. It is a mistake
which must be avoided at all cost.
“Jaya Wijayanti Sura Dira Jayadiningrat, Lebur dening Pangastuti” -(Jayabaya)-
Semoga bermanfaat,
And :
HAVE A NICE DAY
Tks
Best regards
Laut Galilea dan Laut Mati
Di Palestina ada dua laut. Keduanya sangat berbeda.
Yang satu dinamakan Laut Galilea, yaitu sebuah danau yang luas dengan air yang
jernih dan bisa di minum. Ikan dan manusia berenang dalam laut tersebut.
Danau itu juga dikelilingi oleh ladang dan kebun hijau, banyak orang
mendirikan rumah di sekitarnya.
Laut yang lain dinamakan Laut Mati, dan sungguh sesuai dgn namanya.
Segala sesuatu yg ada didalamnya mati. Airnya sungguh asin sehingga kita bisa
sakit jika meminumnya. Danau itu tidak ada ikannya dan tidak ada sesuatupun yg
sanggup tumbuh di tepiannya. Tak juga ada orang yg ingin tinggal di sekitarnya,
sebab baunya sangat tak sedap.
Jadi yang menarik tentang kedua laut itu adalah bahwa sungai yang mengalir ke
keduanya adalah satu sungai. Trus, apa yang membuatnya kemudian jadi beda?
Bedanya, laut yang satu menerima dan memberi (Galilea), sedang laut lainnya
menerima dan menyimpannya saja (Laut mati).
Sungai Yordan mengalir ke Laut Galilea dan mengalir keluar dari dasar danau
itu. Danau tersebut memanfaatkan air sungai Yordan dan kemudian meneruskannya
kepada danau lain yg juga memanfaatkannya. Sungai Yordan kemudian mengalir ke
Laut Mati namun tdk pernah keluar lagi.
Laut Mati menyimpan air Sungai Yordan bagi dirinya sendiri.
Hal itulah yang membuatnya mati : hanya menerima dan tidak mau memberi.