--- On Tue, 7/22/08, hardjoeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: hardjoeno <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [bei-investorclub-jkt] UNTR
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, July 22, 2008, 11:14 PM







Selasa, 22/07/2008 20:01 WIB
United Tractors Ambil Alih 5 Tambang Batubara
Indro Bagus SU - detikFinance



Foto Reuters 
 Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) sedang membidik 5 kuasa penambangan 
(KP) batubara di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi untuk diakuisisi. Dana yang 
disiapkan mencapai US$ 214,5 juta.

"Sejauh ini ada 5 KP yang sedang kami lihat, tersebar di Kalimantan, Sumatera 
dan Sulawesi," ungkap Presiden Direktur UNTR, Djoko Pranoto, usai jumpa pers di 
hotel Arya Duta, Jalan Prapatan, Jakarta, Selasa Malam (22/7/2008).

Sayangnya, Djoko belum mau membuka nilai masing-masing KP tersebut. Namun dana 
yang disiapkan perseroan mencapai US$ 214,5 juta.

"Nilainya belum bisa diumumkan, tapi target kami minimal akuisisi KP dengan 
cadangan batubara 20 juta ton," ujar Direktur Keuangan UNTR, Gidion Hasan.

Dana untuk akuisisi rencananya akan diperoleh melalui rencana UNTR menerbitkan 
saham baru (rights issue)sebanyak 475.268.183 saham di harga Rp 7.500 per saham 
pada Agustus mendatang. Target dana yang akan dihimpun melalui aksi korporasi 
tersebut sebesar Rp 3,56 triliun (US$ 390 juta).

"Sekitar 55% dari dana hasil rights issue akan digunakan untuk belanja modal, 
termasuk akuisisi tambang-tambang batubara yang sedang kami lihat," ujar Gidion.

Sektor tambang batubara merupakan salah satu fokus yang akan dirambah perseroan 
ke depan, terutama disaat komoditas batubara sedang naik daun belakangan ini.

"Kami melihat batubara masih akan booming dalam 2-3 tahun ke depan. Jadi kami 
juga akan mengembangkan di sektor ini," ujar Djoko.

Pada triwulan I lalu, UNTR juga telah mengakuisisi sebuah tambang batubara di 
Kalimantan Tengah bernama PT Tuah Turangga Agung. Nilai akuisisi tambang dengan 
cadangan 35-40 juta ton tersebut mencapai US$ 115,6 juta.

"Dananya telah diperoleh melalui pinjaman Mizuho, OCBC dan Sumitomo Mitsui. 
Nanti 30% dari dana hasil rights issue akan digunakan untuk melunasi hutang ke 
bank-bank tersebut," ujar Gidion.

Sementara sisa dana rights issue sebesar US$ 58,5 juta akan digunakan untuk 
modal kerja perseroan. Dalam rencana rights issue tersebut, PT Astra 
International Tbk (ASII) yang menguasai 58,45% saham UNTR, akan bertindak 
sebagai pembeli siaga (standby buyer's).

"Dana minimum yang disiapkan ASII sekitar US$ 227,955 juta. Jika tidak ada yang 
eksekusi rights issue, maka ASII harus membeli seluruhnya sebesar US$ 390 juta. 
Tapi kecil kemungkinan tidak ada yang eksekusi," jelas Gidion. 
 














      

Kirim email ke