Ekspor minyak kelapa sawit mentah aliascrude palm oil (CPO)
dari Indonesia dipastikan akan turun yang disebabkan anjloknya harga
CPO yang hanya berada di kisaran harga US$ 1.060 per ton pada saat ini,
padahal bulan lalu, harga CPO mencapai US$ 1.190-1.200 per ton.
Hal
ini disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan
Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan
Banteng, Jakarta, Senin (28/7/2008).
"Penurunan harga CPO
sangat banyak, sekitar US$ 140 per ton. Nilai ekspor CPO Indonesia
dipastikan akan turun drastis mengingat CPO merupakan salah satu
andalan ekspor," katanya.
Bayu mengatakan turunnya harga CPO
disebabkan oleh melimpahnya pasokan CPO dunia dimanai Indonesia dan
Malaysia yang menjadi produsen CPO terbesar saat ini mengalami panen
secara bersamaan. "Selain itu, turunnya harga minyak dunia juga ikut
menurunkan harga CPO," ujarnya.
Akan tetapi di sisi lain
turunnya nilai ekspor CPO Indonesia bukan hanya disebabkan oleh
anjloknya harga CPO. Pasar CPO Indonesia saat ini mulai dimasuki produk
CPO dari Malaysia yang sebelumnya lebih banyak melakukan ekspor minyak
goreng dibanding CPO.
"Karena itu, pemerintah akan siapkan
strategi khusus agar penurunan ini tidak memberkan dampak besar
terhadap penerimaan negara dari ekspor, pajak, dan lain-lain," katanya.
Penurunan
harga CPO ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada perusahaan CPO yang
tidak mempunyai daya tahan cash flow yang bagus, dan untuk
mengantisipasi itu, pemerintah menghimbau kepada para pengusaha CPO
untuk mengurus restitusi PPN yang sebagian pajaknya ditanggung
pemerintah.
"Diharapkan, dengan pemberian restitusi ini dapat meningkatkan cash flow
perusahaan," imbuhnya.
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/