Kalo Fut, Options itu - setahu saya termasup high level - tapi kalo stock
ini masih kategori low level (malah tradisional, konvensional, 'loh) - kita
masih dikasih waktu yg tersedia lebih dr 1 (satu) hari utk menilai bgm
tradings (jual-beli) kita selanjutnya & nilai sahamnya (tentunya produk
saham arahnya utk investasi - sesuai dg sifat, karakteristiknya) tidak-lah
menjadi 0 ('ilang2 'abis - begitu 'aja) ato neg (-)
 
:) Terus-terang 'aja - kalo high level itu saya bener2 'ndak 'ngarti
begitu2'an sama sekali - saya bisanya yg sederhana2, gampang2 'aja, 'dah.
 
Happy Chuan,
 
Aria
 
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of toniy76
Sent: Tuesday, July 29, 2008 9:04 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [obrolan-bandar] Re: need answer
 
--- In [EMAIL PROTECTED]
<mailto:obrolan-bandar%40yahoogroups.com> , "Meizal" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ikut nimbrung ya pak.....
> 
> Kalau bapak tujuan investasi lebih untuk spekulasi (risk taker ),
instrument di future mungkin cocok untuk bapak, tapi kalau tipe bapak
risk moderat,sebaik nya cari perusahaan yang di belakang nya ada title
sekuritas nya ( perusahaan sekuritas ,bukan perusahaan future )....
> 
> karna future dan sekuritas ( securities ) itu beda pak; 
> 
> kalau bapak mau berinvestasi di produk turunan saham( yang mana risk
reward nya lebih tinggi dari saham langsung ( equity )),pilihan nya
perusahaan futures,disana yang di perdagangkan nya bukan saham
langsung ( asset ) tapi kontrak nya -makan nya disebut produk turunan
saham- ;) ( Co:Hanseng,kospi,nikkei),bursanya bukan BEJ,tapi BBJ (
bursa Berjangka Jakarta ),nanti mekanisme nya kira2 seperti ini
pak...account bapak akan didongkrak nilai nya dengan yang nama nya
leverage (jadi dengan modal US$ 10.000 seolah2 bapak berinvestasi US
$100.000 ) --> leverage ini yang bikin banyak orang kapok berinvestasi
di futures...risk managment nya kudu jago banget pak untuk bisa
survive di dunia ini..silahkan coba diskusikan lagi dengan marketing
yang menawarkan produk ini ke bapak agar jelas aturan main nya
> 
> Kalau disaham langsung ( Equity ),bapak harus buka account di
perusahaan sekuritas,dan yang bapak jual dan beli itu asset karna
bapak beli perusahaan nya langsung,co: TLKM,Bumi dsb.....karna sifat
nya yang asset maka tingkat risikonya masih dibawah
future.......sekuritas selain menjual saham langsung( equity ) juga
menjual Obligasi, produk pasar uang dan reksadana.....jadi kalo bapak
mau coba memperkecil risiko dengan diversivikasi asset...sekuritas
lebih cocok.....
> 
> Semua nya sih balik lagi ke preferensi risiko bapak, kalau boleh
saran coba kenalin dulu tujuan&tingkat resiko yang bisa bapak tolelir
sebelum memutuskan investasi seperti apa yang mau dipilih...biar gak
ngedumel belakangan hehehehehe
> 
> Maaf kalo ada yang kurang tepat .... mungkin rekan2 ada yang punya
masukan lain??
> 
> -- good luck ---
> 
> regrad's
> 
> trimspa meirizal, btw kalo suggest dari bpk perusahaan mana yg
recomended dan siapa yg bisa sy hubungi, trims buat follow up
messagenya ..

regards 
 

Kirim email ke