Kalo mis hasilnya taon ini lebih baek dr taon yl - mungkin 'aja rek2 itu 'ndak ditutup - spt bisnis laennya (business as usual) tujuan dlm tradings (goals) paling tidak survival dl (preserve your cap) - 'nah, kalo itu 'udah minim banget tentunya baru tujuan2 laennya (profit, extreme/extra-ordinary profit) kita tercapai :) Sampe saat ini - saya kira taon 2008 ini termasup taon2 yg sulit2 jg - buktinya banyak FM, Reksa-dana yg bisa diasumsikan mereka mengelola dana2 scr pros masih gede2 banget minus (-) rapornya Happy Chuan, Aria From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Investor Nyangkut Sent: Thursday, July 31, 2008 4:55 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [obrolan-bandar] TRADING SAHAM = Rebutan/Copet-Menyopet Uang saya membayangkan, kalau keuntungan anda tidak berkurang tapi malah bertambah terus maka anda tidak akan menutup rekening efek anda. trading saham = jual beli saham. sama seperti jual beli beras, cabe, bawang, mobil dan lain lain.
salam. investor nyangkut 2008/7/31 Kemal Prass Prass <[EMAIL PROTECTED]> Sekedar untuk bahan renungan rekan-rekan, Saya mulai bermain saham awal 2005 dengan modal yang tidak besar. Sampai juni 2007, gain yang saya peroleh lumayan besar +/- 250%, hingga Mei 2008 keuntungan tsb tergerus dan tinggal puluhan persennya saja. Setelah memperhatikan pergerakan saham mulai akhir 2007 yng sulit saya terima dgn akal sehat, diskusi dgn sesama investor, pendapat di OB tentang Main Saham (haram/tidak) akhirnya saya putuskan untuk menjual seluruh saham dan menutup rekening efek di 3 sekuritas. Buat saya sekarang, trading saham merupakan suatu cara mendapatkan uang yang sulit diterima dengan akal sehat maupun etika bisnis. 1. Trading saham = nyopet-menyopet, rampas-merampas uang antara sesama investor/trader/Bandar 2. Trading Saham adalah ZERO SUM GAME, kalau ada yang dapat uang (untung) pasti ada yang kehilangan uang (rugi). Terus silih berganti. Saya tidak yakin ada trader yang selalu untung kecuali Bandar, justru banyak yang rugi. 3. Tidak ada asaz Manfaat. Dalam bisnis normal, kita dapat dapat uang karena memberikan barang/jasa kepada lawan transaksi. Dalam Main Saham, kita dapat uang karena ada orang lain yang kehilangan uang (mengalami kerugian) ------> mirip dengan dengan pencurian, pencopetan, perampokan dimana ada yang jadi korban. Saya jadi ngeri kalaupun untung dalam main saham, jangan-jangan keuntungan itu nantinya tidak bermafaat bagi kehiduan saya karena berasal dari kerugian orang lain.. 4. Dalam suatu pelatihan pasar modal yang saya ikuti, seorang pelaku pasar (pembicara) mengatakan bahwa hanya 20 - 30 % trader saham yang untung, 70-80% rugi. Kalau yang 20-30% itu investor kecil yang banyak jumlanya, berarti ada dampak peningkatan pendapatan orang banyak, tetapi kalau yang 20-30% itu Bandar/investor besar, ya sama saja dengan meningkatkan jumlah orang miskin. Mungkin perlu dilakukan angket di milis OB, berapa banyak milis yg sdh untung dan yang rugi sejak mulai main sahham sampai sekarang. Demikian sekedar sharing sebelum teman-teman terlambat, karena kecopetan atau dirampok terus.
