Coba baca lebih teliti, naeknya gimana? Justru report terakhir ekonomi
nasional relatif mulai melemah. Contoh report FIF (leasing Motor Honda,
terbesar) cendrung mulai menurun meski nilai laba bersih ada kenaikan tetapi
nilai pendapatan tidak bertambah seperti peningkatan penjualan unit, kemana
larinya? Customer bayar cash, bisa jadi tetapi cash tsb. masa juga dialami
oleh Astra Sedaya? Masa motor dan mobil semuanya dibayar cash, justru yg
terjadi adalah faktor spekulasi oleh para pedagang karena selama ini memang
harga barang cendrung naek, sehingga para pedagang berani menambah stock
meski penjualan riil cendrung menurun. Begitupun yg terjadi di sektor
lainnya bukan makanan atau kebutuhan rumah tangga, meski ada peningkatan
seperi AUTO penjualan dan laba bersih meningkat tetapi faktor utamanya
adalah spekulasi oleh para pedagang (saya tidak bilang AUTO jelek, AUTO itu
bagus cuma nga liquid). Para pedagang berani stock barang krn spekulasi
kenaikan harga yg terjadi belakangan ini. Namun yg terjadi belakangan ini,
kenaikan harga mulai tertahan malahan cendrung menurun seperti besi cor,
beberapa spare part spt acccu mulai menunjukan penurunan. Yg menjadi masalah
adalah jika harga ini terus menurun sementara stock pedagang selama setahun
terakhir menumpuk, bukankah pabrik akan kelabakan menjual produk krn
banyaknya stock barang di pedagang? Sedangkan di perusahaan produk makanan
atau rumah tangga mengalami pertumbuhan namun tidak terlalu signifikan,
boleh dibilang biasa-2 saja.


2008/8/1 Joseph Elroy <[EMAIL PROTECTED]>

>
>
> BEI lagi aneh-anehnya...
>
> meski laporan keuangan menunjukkan profit yang
>
> fantastis, harga saham malah bereaksi turun....
>
> let's see ASII, GGRM, SGRO, TBLA ..etc
>
>
>
> para bandar lagi kebalik-balik pola pikirnya nih
>
> apakah kita tidak perlu percaya laporan keuangan?
>
> kalau laporan keuangan tidak dipercaya, lantas
>
> percaya yg mana lagi ei...
>
>
>
> apakah harus bertanya tokek? he...he
>
> iya ya..., pantas kemarin di gedung BEI banyak
>
> orang lagi mesan tokek....ini bukan gossip..
>
>
>
> semoga para bandar tetap murah hati
>
> atau kita tahan saja... kuat-kuat
>
>
>
> sori buat yang main margin
>
> selamat untung buat yang main uang lebih, tahan saja....
>
> sampai para bandar bosan ....
>
>
>
> atau terpaksa,
>
> tunggu sang emiten bagi deviden ....
>
>
>
>
>
> salam
>
> Joseph
>
>  
>

Kirim email ke