Tambang Mulai Tumbang 

Langkah sektor pertambangan dan komoditas kini mulai tertatih. Setelah
mengalami masa-masa keemasan sepanjang 2007 dan awal 2008, mendekati
tutup tahun performa kedua sektor itu mulai menukik. Contoh paling kasat
mata adalah pergerakan harga sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini hampir semua saham perusahaan tambang dan komoditas yang
melantai di BEI harganya merosot tajam. Rata-rata terkoreksi 30-50
persen dari harga normal. Ambil contoh kinerja PT International Nickel
Indonesia Tbk (Inco). Pada 2007, perusahaan tambang nikel terbesar di
Indonesia itu melesat mencetak laba bersih Rp 10,557 triliun.

Artinya, Inco bisa meraih laba bersih Rp 29 miliar tiap hari. Harga
sahamnya awal tahun ini masih di atas Rp 9.000 per lembar. Tapi, pada
semester pertama 2008, laba bersihnya sudah drop 58 persen dibanding
2007. Sementara harga sahamnya terjun menjadi Rp 4.000-an per lembar.

Di sektor komoditas, performa produsen sawit mentah (CPO) PT Astra Agro
Lestari Tbk bisa dijadikan contoh konkret. Pada awal tahun ini, harga
saham perusahaan di bawah Grup Astra itu masih Rp 35.000-an per lembar.
Tapi, pada penutupan perdagangan Jumat (8/8), harga sahamnya sudah
longsor ke Rp 18.000-an.

Itu belum emiten-emiten papan atas lain seperti PT Bumi Resources Tbk
(batu bara), PT Aneka Tambang Tbk (nikel dan emas), atau PT London
Sumatra Indonesia Tbk (CPO). Semua harga sahamnya terkoreksi tajam.

Selama ini dua sektor itu dan perbankan memang menjadi motor pasar
modal. Tambang dan komoditas menjadi idola setelah tren harga minyak
dunia terus menanjak. Harga saham perusahaan batu bara melonjak
gila-gilaan karena menjadi bahan bakar alternatif selain minyak. Begitu
pula saham CPO meroket seiring kenaikan harga pangan dunia dan tingginya
permintaan untuk bahan bakar nabati.

Menurut catatan lembaga finansial internasional PricewaterhouseCoopers
(PwC), kapitalisasi pasar perusahaan tambang melambung di atas 270
persen pada 2007. Lonjakan luar biasa itu ditopang tingginya permintaan
yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama dari Asia. Ini mengikuti
pertumbuhan ekonomi di wilayah regional yang terus melaju konstan.

Namun, itu hanya cerita manis di masa silam. Saat ini harga minyak terus
menurun. Hal itu membuat harga batu bara ikut melemah. Buntutnya,
pendapatan perusahaan batu bara juga merosot signifikan. Mengikuti emas
hitam, harga minyak sawit juga terus tertekan yang ujung-ujungnya turut
menggerus pendapatan emiten CPO.

Untuk perusahaan tambang mineral seperti nikel, tahun lalu permintaannya
luar biasa besar dari Tiongkok untuk persiapan Olimpiade 2008. Sektor
perumahan di AS pun masih sehat dan baru jatuh mendekati akhir 2007
terhantam kredit macet kelas bawah (subprime mortgage). Kedua proyek itu
membutuhkan nikel dalam jumlah besar sebagai campuran baja tahan karat.

Apakah itu berarti akhir dari kejayaan tambang dan komoditas? Tentu kita
berharap tidak. Sebab, saat sumur-sumur minyak mulai kering, sektor
tambang dan komoditas bisa menjadi substitusi penerimaan negara dan
stimulan pertumbuhan. Jika perekonomian global kembali membaik, kita
berharap kedua sektor itu kembali ke puncak.


===
If you need an office in Surabaya you don't have to invest 
on furnitures, ac etc. Use our virtual office instead. 
Visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email 
mailto:[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke