Jika seandainya dimarket akan terbentuk pattern A yang menunjukkan
signal untuk buy di lvel 100, tapi kemudian ada bandar yang tahu bahwa
pada level 100 orang2 yang pakai pattern A akan Buy maka bandar akan
buy di level 50 untuk kemudian di sell di level 100. Percaya tidak
percaya ketika bandar2 sudah mulai masuk di level 50 ternyata terbentuk
pattern baru yaitu pattern B. yang menunjukkan bahwa kita harus buy di
level 60. Jadi ketika bandar take profit di level 100 kita bisa ikut
take profit juga di level 100.



Kesimpulan dari cerita ini adalah seandainya pattern A gagal terbentuk
mungkin saja akan terbentuk pattern B, C , dst yang memberikan indikasi
signal berbeda.



Dan yang paling penting adalah Mass Psychology akan selalu berubah2.
Psikologi masing2 orang akan terus berubah. inilah yang menciptakan
interaksi buy & sell sehingga terjadi harga.

--- On Sun, 8/17/08, JsxTrader <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: JsxTrader <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [obrolan-bandar] Re: Understanding Volume & open Interest
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Sunday, August 17, 2008, 10:45 AM










    
            Great Lecture from Prof Oen, mahasiswa pingin sedikit 
berargumentasi. .,



Teknik menciptakan Volume DOES HAPPEN EVERYDAY.., BD akan bolak balik

melakukan jual dan beli untuk memancing trader untuk masuk..., Seorang teman

pemilik restaurant seringkali mengundang teman-temannya untuk makan

direstaurannya dengan gratis, tujuannnya untuk memberikan kesan "ramai"

sehingga menarik pelanggan lainnya. Namum untuk menciptakan keramaian

tersebut dibutuhkan BIAYA..., sehingga tidak dapat dilakukan SERING-SERING.



So, kalau memang begitu apakah kita tetap bisa mempercayai Volume.., sure we

can. karena at the end of the day BD pasti mau biaya PROMOSINYA dengan

kocokan volume tsb harus kembali.., dan HANYA DENGAN VOLUME juga biaya tsb

bisa kembali... So, bagaimana kita tau volume tsb real atau kocokan.., ngga

usah pusing..., volume as an Indikator bisa di buat besar/kecil. ., BUT

KESEIMBANGAN Supply & Demand sebagai esensi dari Volume will tell the TRUE

STORY.. 



So, apa yang harus kita lakukan untuk melihat apakah volume real atau

tidak?, kita harus menganalisa voloume dalam satu periode, tidak bisa

daily..., apakah volume satu periode tidak bisa di "ciptakan" juga..., bisa

saja kalau BDnya Sinterklas yg siap bagi-bagi duit.



Salam,

JsxTrader



-----Original Message-----

From: obrolan-bandar@ yahoogroups. com [mailto:obrolan-bandar@ yahoogroups. com]

On Behalf Of oentoeng_qq

Sent: 17 Agustus 2008 8:29

To: obrolan-bandar@ yahoogroups. com

Subject: [obrolan-bandar] Re: Understanding Volume & open Interest



Teori di bawah akan bermanfaat kalau kita ada urusan bisnis ama Mr. 

Dow.

Tapi kalau ketemu ama den BEI bisa LAIN CERITA...

Terutama den BEI nggak mengenal apa namanya open interest.



Bicara VOLUME karena seringkali cuman hasil KOCOKAN itu akan VALID 

untuk menunjukkan seberapa besar kelas "Bandar" yg "menggoreng" 

saham XXXX tersebut!?



Analogi sederhana;



Kalau kita distributor barang X hendak menjual misal 1.000 buah.

Logikanya kita harus mencari 1.000 pembeli yang akan membeli barang 

kita masing2 1 buah.

Kalau satu hari toko kita hanya didatangi rata2 1 pembeli, kira2 

memakan waktu berapa lama barang di toko?



Untuk mengatasi masalah di atas; kita perlu menciptakan pasar yg 

lebih MENARIK.

Misal; Kita buat sedikit KERAMAIAN

Secara NALURIAH pembeli itu lebih suka suasana yg HOT, REBUTAN dst...

Pembeli yg datang dan PUAS, cenderung akan mengajak temen, keluarga 

bahkan saudara.

Di toko kita buat VARIASI barang, sehingga orang setelah puas, akan 

berusaha membeli barang LAIN yg juga ditawarkan 



Dalam bursa; KERAMAIAN itu kita munculkan dengan "menciptakan" 

volume.

VARIASI itu akan MERIAH kalau kita tunjukkan adanya ASENG yg 

BERKELIARAN.



Kalau setiap pembeli keluar dari toko kita membawa 2 barang, akan 

ketahuan berapa LAMA barang kita akan HABIS.

Kalau selama 10 hari barang kita sudah habis, artinya kita bisa 

memperkirakan RATA2 pembeli kita membawa berapa banyak pulang ke 

rumah.



Dalam bursa; Dari antrian BID OFFER itu bisa ketahuan kira2 yg 

dimaui bandar mo trader kelas berapa LOTan???

Antrian ratusan, kagak mungkin kita NYELONONG langsung order 10rebu 

LOT!

Harus "antri", dan ingat kalau ketahuan pake cuman 1 broker itu bisa 

berakibat FATAL!

Kecuali sudah menjadi member, hehehe...



Penjaga toko pun pasti akan menanyai KITA, emangnya barang gua loe 

BORONG mo dijual lagi atau mo dipake SENDIRI?

Malah kalau "curigation" ; emangnya loe mo buka toko juga yah? 

Pengen jadi SAINGAN nih?

Dst...



Dari analogi SINGKAT di atas, kita bisa lihat dari VOLUME (keramaian)

yg di-MUNCUL-kan kita bisa memperkirakan OMZET dari sang Bandar eh 

distributor.

Karena saat terjadi SPIKE katanye, bandar akan menjadi AGRESSIVE 

SELLER.

Sekarang logika aja, emangnya  saham2 (terutama) 2,3liners saat 

melakukan BREAK akan bermunculan para "trader canggih" ANTRI JUAL 

karena di situ posisi RESISTANT???

Hohoho...Please dong ah...

Yang canggih malah siap2 ACTION....TAKE IT or leave it!?



Masih banyak yg bisa dibicarakan kaitannya HARGA, VOLUME 

dengan "teknik perbandaran" .



Apalagi sekarang ini TAers, cenderung bilang;

Jangan khawatir PENURUNAN HARGA tidak disertai VOLUME...

Yang bener adalah; 

Karena bandarnya sudah JUALAN di ATAS, makanya kalau JATUH kagak 

perlu VOLUME.

That's the TRUTH...



Oentoeng



Pendekar Tangan Kosong




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke