Liar Loans Perburuk Krisis Kredit Perumahan di AS Dapat Pinjaman, Tak Punya Pekerjaan dan Penghasilan
Banyak fenomena baru yang terungkap di tengah gejolak kredit perumahan di AS. Misalnya, industri kredit AS ''memperkenalkan'' liar loans (pinjaman dusta). Ini istilah kredit pemilikan rumah (KPR) yang diberikan tanpa didukung bukti kuat penghasilan atau kepemilikan aset para debitor. Bahkan, yang paling buruk muncul istilah ''ninja loans'' (pinjaman ninja). Istilah itu tidak ada kaitan dengan ninja di Jepang. Tapi, ninja yang dimaksud adalah kependekan dari no income, no job, and (no) assets. Maksudnya, banyak debitor di AS bisa dapat kredit meski tidak punya pekerjaan dan pendapatan, atau bahkan tidak punya aset Saat ini, pasar perumahan di AS -setelah terpukul akibat penyitaan karena kasus kredit macet--diterpa gelombang kedua. Jumlah pemilik rumah dengan kredit dusta (liar loans) yang gagal bayar meningkat. Di beberapa negara bagian, tingkat kredit seperti itu bisa membuat krisis subprime mortgage berlanjut hingga dua tahun ke depan. ''Tingkat macet kredit seperti itu terus melonjak,'' kata Thomas Lawler, ekonom perumahan Virginia. ''Kasus-kasus ini terutama terjadi di negara bagian di mana harga rumah anjlok tajam, seperti California, Florida, Nevada dan Arizona.'' Banyak pemilik rumah terbelit liar loans yang macet. Mereka tidak bisa melakukan refinancing atau mencari pembiayaan lain untuk menutup utang lama karena harga rumah di pasar (beberapa negara bagian itu) turun tajam. Saat ini, kreditor juga mulai minta bukti tertulis atau dokumen lengkap soal pendapatan dan aset mereka. Berdasar data Moody's Economy.com., kerugian akibat ulah debitor liars loans secara total mencapai USD 100 miliar (setara Rp 910 triliun). Angka itu di luar kerugian akibat krisis subprime mortgage yang ditaksir USD 400 miliar (setara Rp 3.640 triliun). Fannie Mae dan Freddie Mac, dua raksasa di AS yang menyalurkan KPR, rugi hingga USD 3,1 miliar (setara Rp 28,83 triliun) selama April-Juni 2008. Separo kerugian berasal dari liar loans, yang secara resmi disebut Alternative-A loans (disingkat Alt-A) karena satu level di bawah A-credit, istilah debitor dengan kategori baik. Banyak kreditor gulung tikar. Misalnya, American Home Mortgage, Bear Stearns, dan IndyMac Bank. Bahkan, diperkirakan banyak lagi bank-bank dan lembaga penyedia KPR yang akan menyusul. Perbankan yang mampu bertahan pun memilih untuk bersikap lebih hati-hati. Tapi, mereka tetap panik atas situasi yang melanda sektor properti di AS. ''Semua orang minum Kool-Aid (sejenis soft drink penghilang dahaga),'' cetus David Zugheri, pendiri First Houston Mortgage, lembaga pemberi kredit di Texas. ''Mereka tahu, jika tidak memberi pinjaman, debitor bisa turun ke jalan dan mencari pinjaman di tempat lain,'' lanjutnya. Banyak perusahaan bersedia memberi ''pinjaman dusta'' karena tergiur keuntungan yang besar. Sebab, mereka mengenakan biaya dan tingkat suku bunga lebih tinggi dibandingkan pasar. Seorang broker yang meneken liar loan bagi debitor yang tidak bankable bisa menerima fee USD 15 ribu (Rp 136,5 juta) atas pinjaman USD 300 ribu (Rp 930 juta). Padahal, pinjaman dengan persyaratan lebih ketat (pinjaman tradisional) tidak memberikan keuntungan sebesar itu. Umumnya, broker hanya menerima fee sekitar USD 2 ribu-USD 4 ribu (Rp 18, juta-Rp 36.4 juta) untuk pinjaman dengan tingkat bunga tetap. Saat properti booming, liar loans sangat populer di kalangan investor yang mencari untung tinggi. Para debitor sadar atas risiko yang akan dihadapi di masa depan, tetapi tetap nekat untuk mencari keuntungan melalui kenaikan harga properti mereka. Ini dialami Salvatore Fucile. Pria 82 tahun tersebut dan istrinya, Clara Fucile, menjadi nasabah IndyMac dengan jaminan rumah yang terletak di pinggir kota Philadelphia. Fucile tertarik pembayaran angsuran per bulan yang rendah. Tapi, kreditor sama sekali tidak menjelaskan bahwa pinjaman pokoknya bisa naik. Saat ini, utang mereka melonjak dari USD 24 ribu (Rp 218,4 juta) menjadi USD 276 ribu (Rp 2,5 miliar). ''Dia menempatkan kami dalam masalah,'' ujar Clara yang waswas rumah mereka disita. Angsuran murah, melalui liar loans, membantu orang membeli rumah di lokasi yang harganya tinggi. Tapi, itu juga memicu kenaikan harga karena banyak orang membeli lebih tinggi daripada kemampuannya. Menurut First American CoreLogic, sekitar 40 persen kredit yang diberikan di California dan Nevada pada 20050-2006 mengiming-imingi hanya bayar bunga. ''Itu bukti nyata bahwa yang menyokong pinjaman jenis ini hanyalah harga rumah yang tinggi,'' ujar Tom LaMalfa dari firma riset mortgage di Columbia, Wholesale Access. Ketika harga rumah turun drastis, sekitar 13 persen debitor liar loans menunggak sejak Mei 2008. Menurut First American CoreLogic, angka itu naik lipat empat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.(AP/aan/dwi) -- Limited offer: Avail 50 sqm office space in Surabaya. Just 3 km from CBD. Contact: 031-5013570, HP: 0852 3008 3510. mailto:[EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
