Bung Irwan,
memang betul sekali pendapat Anda. Kita akan lebih comfort kalau pakai gaya
kita masing-2. Salah posisi itu wajar, karena sbg manusia kita punya banyak
keterbatasan. Satu hal lagi, kalau saya ltidak mengerjakan PR (pekerjaan
rumah) sebelum trading, biasanya sering salah ambil posisi. Oleh karena itu,
kalau sudah cukup mengerjakan PR, selalunya ambil posisi lebih manstaap...
Dan selalu siap dgn "emergency action" ( ini istilah buat saya sendiri aja )

salam,
fw



2008/8/23 Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>

>   Kalau menurut saya, dari pada pusing2 mikirin
> komentar atau prediksi orang yg bilang IHSG
> mau ke 1300, IHSG mau ke 3300, IHSG mau ke 1800,
> IHSG mau ke 2700, lebih baik tidak usah dipusingin
> saja sekalian deh.
>
> Fokus saja dengan gaya trading masing2.
> Kalau salah posisi, tidak usah cemas, posisinya
> dibetulin saja pada kesempatan berikutnya.
> Sama seperti kalau kita salah parkir mobil,
> tidak perlu kita berdebat dengan tukang parkir
> tidak perlu kita bersenang karena ada yg bilang
> parkir mobil kita sudah benar, dari pada buang
> waktu dan tenaga, lebih baik pindahin saja tuh
> mobilnya ke tempat parkir yang bener.
> Kalau tidak ada tempat parkir lagi yg tersedia,
> ya sudah, ngga usah parkir, cabut saja ke
> tempat lain hehehehe. Jalan2 ke monas saja
> deh :)
>
> Mau buy atau sell, mau jangka pendek atau
> jangka panjang, semua terserah diri kita
> masing2. Harga2 saham akan terus naik dan turun,
> tidak peduli apa kata orang, tidak peduli apa
> kata Bernanke dan juga tidak peduli apa kata WB.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 
>

Kirim email ke