Dow Theory yang merupakan basic dari technical analysis, sangat bagus
digunakan ketika market sedang trending apalagi jika diikuti oleh
penambahan posisi seperti contoh dibawah ini





Seperti halnya teknik-teknik trend following yang dikembangkan oleh
para Turtle Trader. Metode ini membutuhkan dana yang relatif besar.
Dari contoh di atas Jika kita ingin trading HSI Futures paling tidak
untuk membutuhkan dana Rp.140.000.000,- untuk dapat melakukan averaging
posisi seperti teknik diatas.



Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa:

- Teknik ini akan bekerja dengan baik ketika market berada dalam
kondisi trending sehingga kita bisa melakukan beberapa kali penambahan
posisi.

- Pada kondisi market yang sedang ranging / sideways off cours kita
justru akan buy at high price dan sell at low price. Akibatnya peluang
untuk cut loss akan semakin banyak ketika market sedang dalam kondisi
sideways. Mungkin kita bisa sampai 5,6, bahkan 10 kali cut loss sebelum
menemukan kondisi trending.



Kritikan keras terhadap Dow Theory yang tidak boleh kita abaikan adalah
bahwa pada setiap pergerakan market yang trending, rata-rata jika
menggunakan teknik ini kita telah ketinggalan hampir 20% dari
pergerakan market. Memang pada beberapa kasus belakangan ini sudah
dikembangkan metode optimasi agar bisa memperkecil ketertinggalan
pergerakan itu. Salah satunya dilakukan dengan memperkecil time frame.



Pada pengembangan Dow theory selanjutnya mulai muncul adanya elliot
wave theory yang membagi trend menjadi tiga bagian yaitu wave 1,3, dan 5



Elliot Wave mencoba mengeleminir kelemahan-kelemahan dari Dow Theory.



Beberapa waktu yang lalu mendapat kiriman e-book dari teman yang
mengkritik tentang Elliot Wave Theory tapi belum sempat dibaca. Ntar
kalau sudah baca dan bica menerapkan isinya baru disharing.



This post originally posted at:

www.trendtrader.co.cc


      

Kirim email ke