Investor Tunggu Pajak Reksadana PENARIKAN dana (redemption) reksadana mulai nampak dibanding bulan-bulan sebelumnya. Hingga pertengahan Agustus tahun ini, redemption dana tercatat Rp 2,63 triliun sedangkan dana masuk (subscribiption) hanya Rp 1,47 triliun. Sehingga net redemption dana selama periode tersebut mencapai Rp 1,16 triliun.
Direktur Fund Management PT Nikko Securities Indonesia Adler Haymans Manurung mengatakan, penarikan dana reksadana tidak hanya didorong oleh gejolak market dan kenaikan suku bunga. Tetapi juga sikap investor yang wait and see terhadap penetapan pajak reksadana pada Desember mendatang. "Karena belum jelas, orang memilih menunggu," kata Adler di sela road show Commonwealth Bank di Surabaya Town Square (Sutos), Sabtu (30/8). Mantan ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) itu menuturkan, jika penetapan pajak reksadana sudah jelas, investor tidak akan banyak yang melakukan penarikan dana. Dia menilai, penarikan dana saat ini justru tidak tepat karena rekasadana merupakan salah satu investasi yang paling prospektif saat ini. "Seharusnya sekarang waktunya investor mulai merencanakan untuk tahun depan dengan memilih produk-produk yang prospektif," ungkapnya. Di tengah gonjang-ganjing bursa, lanjut dia, reksadana diprediksi masih mampu memberikan return sebesar 20 persen. Sedangkan tahun lalu reksadana memberikan imbal hasil sebesar 60-70 persen. Sedangkan return deposito tahun ini hanya 7 persen. Setelah dikurangi pajak, return tinggal 4 persen. Untuk sementara waktu, kata dia, investor banyak yang mengalihkan dana dari reksadana saham ke pasar uang. Investor akan kembali masuk ke reksadana saham jika mereka yakin market stabil. Nilai kelolaan industri rekasadana nasional saat ini menembus Rp 90 triliun. Hingga akhir tahun nanti, dana kelolaan reksadana diramalkan akan mencapai Rp 100 triliun. "Jika tembus, itu sudah bagus," katanya. Dalam acara tersebut, Adler juga membeberkan manfaat reksadana. Dengan prospek return yang menjanjikan, reksadana juga tepat untuk persiapan dana pensiun. Investor bisa menyesuaikan jenis investasinya. Jika sudah mendekati masa pensiun, investor bisa memilih jenis reksadana dengan risiko rendah. Sedangkan jika masa pensiun masih panjang, investor bisa memilih rekdana saham karena memberi return maksimal. "Reksadana saham di emerging market mempunyai volatilitas sangat tinggi. Untuk itu, investor harus objektif," jelas Adler.(ina/fan) === Limited offer: Avail 50 sqm office space in Surabaya. Just 3 km from CBD. Contact: 031-5013570, HP: 0852 3008 3510. mailto:[EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
