Jadi IHSG 1300 dong baru beli
----- Pesan Asli ---- Dari: Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: Saham <[email protected]> Cc: [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Kamis, 11 September, 2008 10:43:59 Topik: [saham] Re: Terapkan Value Investing ala Warren Buffett Terapkan Value Investing ala Warren Buffett Sektor finansial dilanda demam. Harga saham anjlok, rupiah berguguran. Mengapa dan apa yang harus dilakukan investor? Berikut petikan wawancara dengan pakar investasi dan Chief Research Officer Research Center for Capital Price Prof Roy Sembel: --- Pasar keuangan memburuk, apa yang sedang terjadi? Secara umum, ini imbas gejolak perekonomian global. Kita tahu subrpime mortgage menelan kerugian yang sangat besar. Kemudian, harga minyak bergejolak, sempat naik tajam, USD 147 per barel, dan sekarang turun sangat tajam pula. Itu diikuti pergerakan harga komoditas dan pangan. Inflasi melonjak, bahkan di sejumlah negara mencapai double digit. Hal itu diperparah gejolak politik yang membuat pasar finansial dilanda volatilitas sangat tinggi. Investor panik, kemudian ada snowball effect yang negatif. Seberapa jauh kejatuhan di bursa saham? Indikator bursa ada di indeks harga saham gabungan (IHSG). Begitu pula di negara lain, tentu dengan nama yang berbeda-beda. Di Indonesia, sejak awal tahun ini indeks sudah terkoreksi hampir 30 persen. Pertengahan Januari, indeks masih di posisi 2.800-an, sekarang malah di bawah 2.000. Tergerus lebih dari 800 poin. Namun, ini bukan yang terburuk di dunia. Ada beberapa bursa di dunia yang terkoreksi hingga 50 persen. Indeks sedang mencari titik wajarnya. Tahun lalu tumbuh sangat mencolok, naiknya terlalu tinggi. Saat ini pun turun tajam. Apa ini terkait perilaku investor yang over-reaktif? Dalam teori investasi, ada namanya behavior of finance. Investor over-reaction ketika harga naik tajam. Begitu pula saat harga turun drastis. Jadi, semacam bandul, titik ekuilibriumnya kelewatan. Anda melihat itu sebagai peluang? Oh, jelas. Saatnya menerapkan strategi value investing ala Warren Buffett. Ada banyak saham dengan valuasi sangat murah, padahal mempunyai fundamental yang sangat kokoh. Itu terjadi karena banyak investor amatir yang terlalu takut dan panik. Nanti, saham-saham bervaluasi murah namun punya berfundamental bagus itu akan ada titik pembalikan. Down side risk-nya mengecil, sementara up-side potential-nya meningkat. Intinya, ketika semua orang optimistis terhadap pasar keuangan, kita harus hati-hati karena sering kali harganya sudah terlalu tinggi. Sebaliknya, saat orang-orang panik, biasanya haganya sangat murah. Itu saat yang tepat untuk masuk. Dan, itu yang dilakukan Buffett. Namun, horizonnya memang harus jangka panjang. Secara teknis, apa yang harus dilakukan investor? Ada banyak saham dengan price earning ratio rendah, di bawah 10 kali. Itu berarti earning yield-nya sudah belasan digit, setara dengan deposito. Yang penting saat ini jangan panik, tapi tetap harus waspada. Saran saya, investor bisa mengoleksi saham secara bertahap. Harga sudah murah, mengapa bertahap? Sebab, ada kemungkinan harga turun lagi dalam jangka pendek. Jadi, koleksi dulu, saat harga saham turun lagi, tambah lagi koleksi sahamnya. Warren Buffett sudah memberi contoh nyata kesuksesan. Tapi, bukankah ada potensi kejatuhan yang lebih buruk? Kurs rupiah juga terus terdepresiasi, situasinya mirip medio 1997-1998. Anda benar, situasi sekarang sangat mirip saat krisis 1997-1998. Tapi, ada perbedaan signifikan. Fundamental perekonomian kita sudah jauh lebih kuat. Cadangan devisa kita sudah USD 58 miliar. Saat krisis itu hanya di kisaran USD 30 miliar, kemudian malah turun USD 20 miliar. Artinya, BI punya cukup dana untuk operasi moneter. Grafik pergerakan rupiah menunjukkan, sejak pertengahan 2006 sampai sekarang, rupiah stabil di posisi Rp 9.000 - Rp 9.500.. Sektor perbankan kita juga jauh lebih mapan. Manajemen risikonya sudah berhasil. Saat krisis, IHSG melorot dari 740 ke 300-400-an, ada koreksi hampir 50 persen. Saat ini terkoreksi tak lebih dari 30 persen. Tapi, memasuki 2007, indeks naik sekitar tujuh kali lipat. Karena itu, sekali lagi, strategi value investing ala Warren Buffett sangat tepat. Jangan ragu masuk ke pasar secara bertahap. (eri irawan) -- Office space for rent in Surabaya. Just 3 km from CBD. Contact: 031-5013570, HP: 0852 3008 3510 or mailto:[EMAIL PROTECTED] co.id ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
