Pemerintah kecenderungan intervensi Pasar Modal, akan tetapi blm saat ini,
kecenderungan pemerintah intervensi pada saat IHSG 1700an, melalui 3-4
broker (Kim Eng, Bahana, Danareksa & Mandiri), kemudian menurut survei WM
HSBC Hongkong, dikemukakan agar semua FM menjauhi capital market (seluruh
dunia) dulu sampai akhir September dan akan diberitahukan lagi pada saat
akhir Q4. Target Rupiah Rp. 9.700

Di pasar kini beredar kabar bahwa Bakrie akan kembali melepas sahamnya di
Kaltim Prima Coal dan Arutmin kepada Tata Power. Tahun lalu, perusahaan asal
India itu telah mengakuisisi 30 persen saham KPC dan Arutmin. Menurut
seorang broker asing, penjualan itu dilakukan karena Bakrie butuh modal
besar untuk membiayai ekspansi usahanya. Sementara semua aset strategisnya
sudah banyak yang digadaikan. "Saat ini mereka (Tata Power) baru menguasai
30 persen saham. Tata masih bisa menambah hingga 21 persen lagi," ujarnya.
Dandi Fajar Musratmo, analis EficoRpSecurities, mengatakan, Bakrie kini
terancam menderita kerugian besar akibat transaksi saham Herald tempo hari.
Pasalnya, di bursa Australia saat ini saham Herald turun ke level dolar
Australia1,9.

www.kelolasaham.blogspot.com

Kirim email ke