Pasar Finansial Darurat 

Fundamental Ekonomi Kuat, Menkeu Minta Tidak Panik 

JAKARTA - Sektor finansial di ambang kehancuran. Terseret oleh krisis
keuangan global, bursa saham dan pasar uang berada di titik paling
mengkhawatirkan. Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin terempas
84,808 poin (4,7 persen) menuju 1.719,25 poin. Itu merupakan angka
terendah sejak November 2006.

Indeks kelompok 45 saham unggulan LQ45 juga merosot 21,11 poin (5,86
persen) di posisi 339,3. Secara keseluruhan, kinerja pasar modal telah
jeblok 40 persen dibanding posisi awal tahun ini. 

Sementara itu, bursa saham Asia yang anjlok adalah Singapura (drop 3,35
persen) dan Taiwan (turun 4,09 persen). Pasar saham Hongkong, Jepang,
dan Korea masih selamat karena kemarin adalah hari libur nasional.

Terpuruknya pasar saham juga berimbas terhadap nilai tukar rupiah. Kurs
rupiah kemarin ditutup melemah 20 poin ke Rp 9.445 per dolar AS. Rupiah
bahkan sempat menyentuh Rp 9.457. Jika tak ada intervensi dari bank
sentral, rupiah diprediksi sudah melaju mendekati Rp 10.000 per dolar
AS.

Menghadapi memburuknya pasar keuangan, Menteri?Keuangan Sri
Mulyani?Indrawati langsung mengadakan pertemuan mendadak dengan sejumlah
analis serta pelaku pasar finansial. Hadir dalam pertemuan tersebut
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A. Sarwono dan Dirut Bursa
Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah.

Kepada pelaku pasar, Sri Mulyani yang merangkap Menko Perekonomian itu
meyakinkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih kuat. Meski
begitu, pemerintah tetap waspada mengikuti gejolak pasar global. ''Kami
sampaikan bahwa pemerintah dan BI waspada, tapi tidak berarti panik,''
katanya.

Sri Mulyani juga meminta agar para analis dan pelaku pasar tidak
memberikan pernyataan yang bisa menimbulkan kepanikan. ''Saya minta pada
analis kalau membuat kuotasi berdasar suatu basis. Sebab, kalau ekonomi
rusak, kita semua malah rugi,'' ujarnya.

Deputi Gubernur BI?Hartadi A. Sarwono mengungkapkan, pelemahan nilai
tukar rupiah tidak disebabkan oleh fundamental dalam negeri, namun lebih
karena faktor global. Investor yang mulai panik akan beralih ke aset
dolar yang dianggap paling aman. ''Jadi, fenomenanya masih strong
dollar. Itu memang tidak bisa kita lawan,'' tegasnya.

BI, kata dia, tidak akan menargetkan nilai tukar rupiah di satu level
tertentu. Bank sentral hanya berusaha agar fluktuasi tidak terlalu
besar. ''Sebab, fluktuasi yang terlalu besar bisa menurunkan kepercayaan
para pelaku pasar,'' jelasnya. Hartadi melanjutkan, dari waktu ke waktu,
BI akan masuk ke pasar.

Analis PT Bhakti Capital Budi Ruseno menuturkan, indeks terseret
kebijakan uang ketat secara global. ''Bangkrutnya Lehman Brothers
memberi penguatan ke investor bahwa mengoleksi portofolio di pasar
keuangan saat ini kurang tepat,'' ujar ketua Asosiasi Analis Indonesia
itu.

Apalagi, kata dia, sudah terbetik kabar bahwa Bank of America resmi
mengakuisisi bank investasi Merrill Lynch senilai USD 50 miliar.
''Dengan demikian, wajar semua bursa dunia melorot. Kecenderungan
barunya, investor lebih suka memegang cash money,'' katanya. 

Selain itu, jelas dia, banyak pelaku pasar yang melakukan margin trading
terkena forced sell karena margin call. (tom/eri/sof/oki)


-- 
Office space for rent in Surabaya. Just 3 km from CBD. Contact:
031-5013570, HP: 0852 3008 3510 or mailto:[EMAIL PROTECTED]


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke