SBY: Tak Perlu Panik akan Kembali ke Ekonomi Tahun 
1997





   var m3_u = 
(location.protocol=='https:'?'https://openx.detik.com/delivery/ajs.php':'http://openx.detik.com/delivery/ajs.php');
   var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
   if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
   document.write ("");








Jakarta - Perekonomian 
Amerika Serikat (AS) sedang 'flu' dan virusnya menyebar kemana-mana. Presiden 
SBY meminta masyarakat tidak panik dan cemas bahwa perekonomian Indonesia akan 
kembali ke tahun 1997, saat dilanda krisis moneter.

"Kita nggak perlu 
panik dan cemas seolah akan kembali ke situasi tahun 1997. Ekonomi kita dalam 
keadaan baik dan terkelola meski gejolak global membawa dampak ke ekonomi 
nasional," kata Presiden saat pembukaan sidang kabinet di Istana Negara, 
Jakarta, Selasa (16/9/2008).

Presiden pun menjelaskan, gejolak 
perekonomian internasional kini dipicu oleh krisis keuangan perumahan di AS. 
Berapa banyak negara yang terkena dampak dan berapa lama situasi ini 
berlangsung, menurut presiden belum ada yang bisa meramal.

"Tapi gejolak 
yang belakangan ini menyadarkan kita bahwa masih berlanjutnya gonjang-ganjing 
ekonomi AS. AS adalah salah satu sentral dalam ekonomi dunia, kalau dia kena 
flu 
tularannya bisa kemana-mana menembus seluruh penjuru dunia," 
tambahnya.

Pemerintah dan Bank Indonesia akan melakukan sinergi untuk 
mengambil solusi sebaik-baiknya. Pemerintah juga akan berkonsultasi dengan 
usaha 
skala besar dan bank-bank nasional agar mereka bisa terus menunjang stabilitas 
perekonomian.

"Kalau kita melakukan dengan tenang, antsipatif dan 
terukur, gejolak apapun mampu kita kelola baik. Kalau ada cost, misalnya di 
perbankan kita, itu sesuatu yang wajar dalam ganjang ganjing ekonomi. Tidak 
perlu kita khawati dampaknya tak bisa kita kelola," urainya.

Presiden 
juga menekankan perlunya penjelasan ke publik agar mereka tidak panik. Menurut 
presiden, kepanikan itulah yang bisa memperburuk situasi.

"Makin 
dijelaskan langkah-langkah kita, mereka makin nyaman dan tahu bahwa 
pemerintahan 
bekerja," pungkas presiden.

Sementara Gubernur BI Boediono mengatakan, BI 
saat ini akan terus memantau dan mencermati kondisi yang terjadi di AS. Namun 
Boediono meyakini kondisi perekonomian Indonesia masih cukup 
kuat.

"Bilamana perlu langkah khusus akan kita ambil, tapi sementara ini 
kita akan memantau. Ini ibarat naik perahu dimana laut bergejolak. Kita harus 
tenang mengendalikan perahu ini sebaik-baiknya biar gejolaknya berlalu. Intinya 
kapal kita cukup baik," ujarnya.



      

Kirim email ke