Penyusunan Portfolio investasi dekat kaitannya dengan "Money
Management" dan "Risk Management". Dengan menyusun portfolio investasi
kita berharap bisa memperkecil risk dan memperbesar reward yang mungkin
didapat (risk to reward ratio)

Sebagai contoh model portfolio yang saya gunakan adalah seebagai berikut:
1. Menentukan Watch List saham-saham yang akan kita amati.
Penggunaan
watch list untuk mempermudah saham-saham yang akan kita pilih.
Sebaiknya pilih saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi. Tingkat
likuiditas salahs atunya bisa dilihat dari jumlah volume.
Metode
watch list yang saya gunakan biasanya saya memilih saham-saham yang
memiliki bentuk grafik/chart yang teratur. Dengan asumsi bahwa dengan
bentuk grafik yang teratur tersebut terdapat pengulangan pola yang
teratur juga.

2. Menentukan metode trading yang akan digunakan
Metode trading yang bisa dipakai ada ribuan. Berbagai metode yang bisa dipakai 
antara lain:
- Traditional Chart Pattern, Oscillator indicator & Divergence, golden cross, 
etc...

Metode
trading yang dipakai meliputi entry rules yang menjelaskan akan entry
di saham apa saja (berdasarkan watchlist), akan entry pada kondisi apa
saja (Berdasarkan teknikal analisis), akan melakukan penambahan posisi
dimana saja.

Bersamaan dengan entry rules tentukan juga exit
rulesnya yang meliputi Taking Profit level dan Stop Loss level. Tidak
perlu ngotot akan dapat gain 30% di satu saham tapi secukupnya saja
sesuai dengan batas toleransi taking profit yang sudah kita tentukan.

Penentuan
entry di satu saham biasanya saya tambahkan juga dengan memperhatikan
risk to reward ratio. Walaupun ada signal entry tapi jika risknya lebih
besar dari reward yang akan diperoleh, saya memilih untuk menghindar
dan mencari saham lainnya.

Penentuan Stop Loss digunakan agar dana yang dipakai tetap likuid 
perputarannya...

Karena
bagi saya Trading adalah "dagang". Ibarat saya beli saham A senilai 10
juta, jika nilainya turun menjadi 9 juta misalnya, saya memilih untuk
menjual dengan kondisi rugi. dengan asusumsi sisa uang yang tadi bisa
saya gunakan untuk membeli saham B yang memiliki potensi kenaikan.
Daripada saya berdiam di Saham A dan berharap saham tersebut akan naik.
lebih baik saya rugi sedikit dan pindah ke saham B yang memiliki
peluang profit.

Untuk Money management yang dipakai ada rules standart yang saya pakai.
- Entry maksimal 10% dari cash
- maksimal 5 open position, walaupun ada signal dari 10 saham berurutan..hanya 
diambil 5 yang paling awal memberikan signal.

Contoh return dari model penyusunan portfolio di atas bisa dilihat di:
http://matadewa0999.blogspot.com/2008/09/penyusunan-portfolio-dengan-teknikal.html
dan
http://matadewa0999.blogspot.com/2008/09/membangun-portfolio-di-bursa-saham.html
contoh
diatas merupakan perpaduan Teknikal analisis dengan money management
yang standart. untuk metode lain penggunaan money management bisa
menggunakan kelly formula atau bisa kita gabung dengan berbagai metode
averaging position


Kata Kuncinya: apapun metode trading anda ikutilah dengan money management yang 
teratur.

CU on the next gathering

this post originally posted at:
www.trendtrader.co.cc



      

Kirim email ke