Arah Pasar Finansial 

Kondisi pasar finansial masih fragile. Meski sempat mencatat pergerakan
positif sesaat setelah ada pengumuman mengenai rencana bailout senilai
USD 700 miliar, pasar kembali labil. Ini karena pasar menunggu detail
kebijakan pemerintah George W. Bush untuk menyelamatkan sektor finansial
menyusul collapse-nya sejumlah bank investasi papan atas. Labilnya pasar
finansial itu tidak hanya terjadi di AS dan negara-negara Eropa, tetapi
juga di pasar Asia ,termasuk Indonesia. 

Di dalam negeri kita melihat gerak rebound indeks harga saham tidak
optimal. Setelah menguat beberapa hari perdagangan, tren indeks kembali
melemah. Ini selain karena pasar menunggu perkembangan situasi global,
banyak investor domestik yang merealisasikan keuntungan jangka pendek
(profit taking). Akibatnya, indeks kembali tertekan.

Meningkatnya kebutuhan valuta asing juga membuat kurs rupiah melemah
terhadap dolar AS (USD). Melemahnya kurs bisa berdampak pada naiknya
harga-harga barang, terutama yang berbasis bahan baku impor. Meski
kontribusi terhadap inflasi belum besar, terus melemahnya kurs bisa
mengganggu keseimbangan pasar finansial. Koreksi indeks dan depresiasi
rupiah menjadi cermin masih labilnya sektor finansial di dalam negeri.

Situasi dalam negeri lebih kompleks karena di pengujung 2008 ini ada
sejumlah momen yang bisa mendorong naiknya angka inflasi. September ini
bertepatan dengan puasa dan menjelang Lebaran. Sebuah siklus yang terus
berulang, pada dua momen tersebut terjadi kenaikan harga-harga komoditas
utama dan menjadi pengerek angka inflasi yang signifikan. Di akhir tahun
nanti, lonjakan harga juga terjadi menjelang Natal dan ini bisa kembali
mengerek angka inflasi.

Bank sentral bisa jadi belum akan mengendurkan likuiditasnya. Ini
mengingat risiko inflasi dalam jangka pendek yang masih tinggi.
Kebijakan bunga tinggi, di satu sisi akan meningkatkan aliran dana pihak
ketiga ke perbankan. Di sisi lain hal itu bisa menghambat ekspansi
kredit ke sektor riil. 

Selain kontraproduktif terhadap kinerja sektor riil, suku bunga tinggi
juga menjadi paradoks bagi perdagangan di pasar modal. Aliran dana
pemodal akan masuk perbankan daripada dimanfaatkan untuk mengoleksi
saham ataupun produk efek lain. Indeks akan menghadapi tekanan eksternal
dan internal. Di satu sisi kondisinya belum pulih betul dari benturan
situasi global. Di dalam negeri, inflasi dan suku bunga tinggi tak
memungkinkan pasar modal bergairah dalam transaksi.

Arah pasar finansial domestik masih diwarnai ketidakpastian. Karena itu,
pemerintah sebaiknya menunda rencana melepas saham sejumlah perusahaan
BUMN melalui mekanisme IPO (initial public offering). Sebab, jika
dipaksakan masuk pasar, daya serap saham akan rendah dan harga juga bisa
terpelanting. Ini akan menurunkan nilai perusahaan.

Momen untuk melihat bagaimana arah sektor finansial kita setidaknya bisa
dilakukan awal 2009. Namun, tetap harus diwaspadai perkembangan situasi
politik tahun depan. Jika kondusif, pasar bisa melonjak. Sebaliknya,
pasar finansial akan jungkir balik jika situasi politik diwarnai intrik
dan konflik.(*)


-- 
Office space for rent in Surabaya. Just 3 km from CBD. Contact:
031-5013570, HP: 0852 3008 3510 or mailto:[EMAIL PROTECTED]


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke