Sewajarnyalah saat ini US$ menguat significant, Karena aset aset perusahaan USA diluar negeri, hot money yang ditaruh utk spekulasi komoditi,saham dll diluar negeri dicairkan dan dikirim pulang untuk menutup kekeringan likwiditas di negaranya.
Akan tetapi setelah periode ini berlalu maka US$ malah akan terkoreksi/ melemah kembali dengan drastis dan saat itulah harga minyak akan kembali membumbung tinggi, harga komoditi naik kembali dan celakanya inflasi kembali merajalela. Salam Pr Sudarmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Katanya sih caranya buat obligasi. Yah, pasti susah. Sialnya, kalau Amerika jatuh, banyak yag ikut jatuh, tetapi kalau Indonesia yg jatuh, kita sendiri yg sengsara.. ----- Original Message ---- From: simon bolenang <[EMAIL PROTECTED]> To: obrolan-bandar yahoogroups <[EMAIL PROTECTED]>; saham yahoogroups <[email protected]> Sent: Friday, October 3, 2008 10:14:04 AM Subject: [saham] Krismon di USA Dollar malah menguat Waktu Krismon 97-98 rupiah kita terus melemah sampai jatuh di atas Rp 15000/ 1 USD, sedangkan di Amrik malah Dollar US menguat. Ada apa ini ? Bayangkan untuk talangin Bank yg kedodoran, pemerintah Amrik mengeluarkan 700 Milyar USD, dari mana uang segitu banyak, dari pinjam atau cetak uang. Kalau cetak uang pasti USD jatuh. Inilah hebatnya USD & pemerintahannya, walaupun cadangan devisanya sedikit masih banyak yg kasih pinjam. Ingat waktu mau pinjam dari IMF susahnya bukan main padahal pinjamnya "cuma" puluhan milyar USD. Yg pasti rakyatnya makin susah, untuk bayar 700 M USD tiap orang (termasuk baby) di US harus bayar USD 2300 baru bisa lunas.Belum hutang US yg trilyunan dollar. --------------------------------- Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
