Emang menyejukkan ya komentar Bang Ian. harusnya koran-koran dan TV sekarang ini banyak menampilkan orang-orang seperti Bang Ian. Ayo Bang Ian, tampil di TV dong
----- Pesan Asli ---- Dari: agung setiawan <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Minggu, 12 Oktober, 2008 02:56:53 Topik: Re: [saham] SP: Pembukaan BEI Bergantung Kondisi AS klo semua yg komentar di koran kayak om IAN seh bakal sangat menyejukan n membantu, jgn komentar negatif melulu seperti pengamat2 yg ga jelas juntrungannya. ( btw ada yg tau sapa yanuar rizki yg sering di kutip oleh kompas belakangan ini?) ----- Original Message ---- From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com> To: [EMAIL PROTECTED] com Sent: Saturday, October 11, 2008 6:10:59 PM Subject: [saham] SP: Pembukaan BEI Bergantung Kondisi AS http://www.suarapem baruan.com/ News/2008/ 10/11/Ekonomi/ eko01.htm SUARA PEMBARUAN DAILY ________________________________ Pembukaan BEI Bergantung Kondisi AS [JAKARTA] Keputusan untuk menutup atau membuka Bursa Efek Indonesia (BEI) bursa berada di tangan Menteri Koordinator Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati, yang juga Menteri Keuangan. Namun, dia belum bisa mematikan kapan BEI akan dibuka kembali. Sebab, tantangan dan dinamikanya masih terus berkembang, Menkeu menegaskan, akan terus melakukan observasi untuk menentukan sikap. "Jadi, kalau ada yang tanya, bursa akan dibuka Senin besok atau tidak, saya tidak tahu. Saya bukan ahli nujum. Semua bergantung pada situasi di AS. Situasi ini secara psikologis cukup berat, demikian juga dampaknya," kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (10/10). Kini pemerintah terus mengamati pasar bursa. "Bahkan jam demi jam, tidak minggu perminggu lagi. Lokasi dan waktunya juga dilihat. Dalam situasi tidak normal seperti sekarang, pemerintah akan meng-guide market untuk lebih rasional. Termasuk buyback, akan dievaluasi. Saran beberapa pihak untuk melepas ke market mechanism adalah tindakan yang tidak responsible," ujarnya. Menkeu menegaskan, langkah-langkah dan pembentukan Satgas Sektor Keuangan bukanlah pertanda pemerintah tengah panik. Namun, itu hanyalah sebagai tanda bahwa pemerintah waspada dan secara rasional akan melakukan assesment dari dampak situasi global. Sudah Tepat Sementara itu, investor di BEI, Irwan Ariston Napitupulu mengatakan, penutupan bursa selama tiga hari ini sudah tepat. Bahkan kalau perlu, ditambah lagi sampai situasi sudah kondusif. Pemerintah pun juga sudah menyiapkan langkah-langkah strategis agar ketika nanti bursa dibuka kembali, situasi bisa terkendali. Pemerintah, melalui Bank Indonesia pun sudah siap menghadapi kemungkinan aksi penukaran rupiah ke dolar AS akibat penarikan investasi di saham, baik oleh investor asing maupun investor lokal. "Sebagai pelaku pasar, saya tidak merasa dirugikan selama semua itu demi kepentingan nasional yang lebih luas. Toh pada akhirnya, semuanya demi kepentingan dan kebaikan investor saham itu sendiri baik untuk jangka pendek terlebih lagi untuk jangka panjang," kata Irwan, pemilik mailing list saham wadah bertukar pikirannya para investor dan trader BEI kepada SP, di Jakarta, Jumat (10/10). Dia mengharapkan, pemerintah harus benar- benar yakin dan siap bila nantinya akan membuka kembali bursa saham. "Jangan karena ada desakan dari pihak luar atau pihak mana pun, lalu jadi terburu-buru membuka kembali bursa, sementara belum secara kondisi belum siap, akhirnya malah jadi bumerang dan malah mengakibatkan dampak buruk yang lebih hebat," katanya. Ditambahkan, ekonomi suatu negara yang kuat sebenarnya harus ditopang oleh sektor riil yang kuat. Sektor riil harus lebih maju dari sektor finansial. Hal ini mengingat sektor finansial sangat didasari oleh faktor kepercayaan. Selama ini, menurut dia, sektor finansial di Indonesia jauh lebih berkembang dibandingkan sektor riil. Bahkan dua tahun belakangan ini, orang jadi berlomba-lomban terjun ke bursa efek ketimbang berlomba-lomba mengembangkan sektor riil, karena ada iming-iming untung besar dan cepat di bursa saham. Ekonomi suatu negara yang lebih bergantung pada sektor finansial ketimbang di sektor rill, lanjut Irwan, sangat rawan terjadi guncangan karena sektor finansial ini sangat bergantung kepada kepercayaan. "Sekali kepercayaan itu hilang atau menurun, akan terjadi guncangan perekonomian yang hebat," katanya. Sudah saatnya kini pemerintah belajar dari krisis finansial yang terjadi belakangan ini, dengan mulai memfokuskan pembangunan di sektor riil dengan memperhatikan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, maupun perikanan. "Saya berharap, dalam menghadapi krisis yang terjadi saat ini, semua elemen masyarakat bersatu, saling bekerja sama dengan meninggalkan kepentingan pribadi, kepentingan kelompok, ataupun kepentingan partai. 'Rumah' ini adalah rumah kita, negara ini adalah negara kita. Rusaknya rumah ini, rusaknya negara kita ini dalam menghadapi krisis yang terjadi akan berdampak langsung kepada kehidupan kita juga," tutur Irwan. [D-10/M-6] ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
