nice article.. I do agree about it.. :D --- On Thu, 10/16/08, Pengamat Market <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: Pengamat Market <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [saham] Sampe mana ISHG turun? > To: [EMAIL PROTECTED] > Date: Thursday, October 16, 2008, 3:40 AM > Pembahasan menarik tentang IHSG dari forum tetangga > > http://forum.detik.com/showthread.php?t=63383 > > Quote: > > > > > > Originally Posted by bull_vs_bear > > > ISHG > sudah turun sampe 1450 atawa hampir 50% dari puncaknya > 2830. Biasanya > neeeh... turunnya nyampe 67% maksimal atawa target > berikutnya di 950 > yang mungkin dicapai di semester pertama th. 2009. > > > > Alasanya: > > > > Kebutuhan US dollar yang meroket karena dibutuhin sama > orang asing yang > menjual saham, SUN, atawa surat utang lain yang diterbitin > korporasi, > mereka kemudian mengkonversikanya ke US dollar. US dollar > bisa saja > sampe 11.000, walaupun BI naikin bunga dan Bank Sentral di > luar negeri > nurunin bunga tetep kagak bisa menahan pelemahan rupiah. > > > > Bank akan kesulitan likuiditas utamanya likuiditas US > dollar..... > Emiten yang punya porfolio kredit US dollar akan ketiban > lebih parah. > > > > Hutang korporasi/BUMN dalam US dollar yang jatuh tempo > bakalan susah > diperpanjang, kalaupun bisa bunganya bakalan tinggi. (Ada > feeling > kemungkinan hutang US dollar emiten BUMN bakalan di bailout > sama > pemerintah RI). > > > > Tertahannya emiten2 baru yang akan go public karena kondisi > pasar lagi amburadul. > > > > Pembelian US dollar untuk kebutuhan impor. > > > > Perekonomian dunia dalam resesi, menurunnya pertumbuhan > ekonomi negara2 > pengimpor bahan baku dari Indonesia. Keuntungan Emiten > eksportir hasil > pertambangan, perkebunan dan turunannya akan tergerus. > > > > > > Ketiadak pastian dunia politik menjelang pemilihan presiden > thn 2009. > > > > Nah..... jadi bisa saja ISHG dibawah 1000, apalagi kalau > Dow Jones ditargetkan ke 7.000...... > > > > > > Quote: > > > > > > Originally Posted by danyto > > > Possible kah IHSG ke level 800 an? Bisa jadi > karena > beberapa alasan: > > 1). Asing mendominasi perdagangan di Bursa Indonesia dengan > komposisi > sampai 70% yang sering dinamakan "hot money" atau > hedge funds, yang > berarti setiap saat bisa ditarik oleh investor untuk > diinvestasikan di > negara lain atau negara asal mereka. Apalagi dengan krisis > yang terjadi > di AS, sangat mungkin pemerintah AS mnghimbau agar semua > dana institusi > keuangan AS yang ada diluar AS ditarik kembali ke AS untuk > menopang > fundamental keuangan negara mereka. > > > > 2). Pergerakan bursa selama ini ditopang oleh saham > berbasis Energi, > Pertambangan dan Perkebunan. SEktor-sektor ini otomatis > sangat > berhubungan dengan harga minyak dunia yang belakangan > menunjukkan trend > menurun, bahkan sangat mungkin kembali ke level harga 2 > tahun yang lalu > (USD$ 45-$50, karena memang kenaikkan minyak lebih > disebabkan oleh > faktor spekulasi, bukan karena perubahan Fundamental yang > signifikan > i.e permintaan minyak yang meningkat, bahkan sangat mungkin > terjadi > penurunan permintaan oleh krisis di AS yang merupakan 20% > pengkonsumsi > minyak dunia -bandingkan dengan China dan India yang > digabung hanya 9% > dari permintaan minyak dunia). Beberapa bulan terakhinr > indikasi ini > semakin jelas, jika harga minyak dunia naik, maka IHSG akan > turut naik > begitu pula sebaliknya. Dan ini akan menjadi berbahaya dan > fragile > karena akan menjadi lahan spekulasi bagi investor yang > bermodal kuat. > > > > 3). Intervensi yang berlebihan dari otoritas yang tujuannya > melindungi > beberapa emitmen yang karena ketamakkannya (dan mungkin > juga sumpah > dari puluhan ribu warga miskin yang merasa dirugikan) harus > melihat > kejatuhan bisnis nya satu per satu tanpa bisa berbuat > apa-apa. Ini > sangat berbahaya, membuat investor asing tidak merasa aman > untuk > beriventasi di Bursa Indonesia (volume perdagangan yang > sangat tipis > beberapa hari belakangan ini). Dengan dalih untuk menjaga > bursa dari > pengaruh global dan investor yang tidak rasional. Padahal > itu adalah > konsekuensi dari Free market economy sehingga pada akhirnya > harga akan > mencari titik keseimbangannya sendiri, dan lagi > "semakin irasional > keadaan, semakin besar kesempatan untuk berinvestasi dan > mendapatkan > keuntungan". > > > > 4). Faktor Lainnya seperti, tingginya tingkat suku bunga > (9.5%) > sehingga banyak investor memilih investasi yang aman > (karena dijamin > hingga 2 milyar) dalam bentuk deposito dan menarik dana > investasi dari > saham. Tinggiinya bunga pinjaman bank berakibat tingginya > biaya > financing yang harus dipikul emitmen dan investor (jika > mamakai > fasilitas margin- dan memperbesar resiko forced selling) > dan tingginya > angka inflasi di Indonesia sehingga "value of > money" dari rupiah pun > terdepresiasi secara signifikan, membuat banyak orang > mencari "lindung > nilai" dari investasi mereka yaitu dengan cara membeli > logam mulia atau > valuta asing. > > > > Apakah ada yang bisa dilakukan untuk meminimalkan > turbulensi dari > krisis global terhadap Bursa Indonesia? Ayo coba kita > brainstorming dan > pikirkan bersama karena efeknya tentu sangat besar bagi > sektor riil > perekonomian negara kita. > > Contoh : Dengan tegas kita minta otoritas bersikap adil dan > tidak > melindungi emitmen tertentu karena memang risiko perusahaan > terdaftar > di bursa harus ditanggung oleh emitmen tersebut justru hal > tersebut > bisa mematikan investor menengah lokal yang mempunyai saham > emitmen > tersebut tidak dapat menjual saham mereka selagi masih ada > nilainya, > karena bisa dipastikan begitu dibuka suspend nya, nilai > saham emitmen > tersebut akan terjun bebas 10% setiap hari (sesuai auto > reject policy) > sampai mendekati titik minimum (barulah kemudian saham > tersebut > diborong oleh spekulator bermodal kuat) ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
