Sudahlah Bang IAN, kan biasa suatu kebijakan akan mendatangkan pro dan kontra, sebaik apapun kebijakan tersebut, karena memang sudut pandangnya saling berbeda. Yang penting bagi kita yang pro, marilah kita dukung penuh kebijakan2 pemerintah yang sifatnya ditujukan untuk kepentingan nasional, terlebih dalam menghadapi krisis global seperti sekarang ini, salam cuan.
--- On Wed, 10/15/08, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [saham] Re: Aneh2 aja Fuad, Erry & Sofyan (tentang AR kanan).. To: [email protected] Date: Wednesday, October 15, 2008, 4:10 AM Saya terkadang tidak bisa mengerti, mengapa rencana otoritas bursa untuk membebaskan batas atas AR dipersoalkan. Apakah ada yang dirugikan? Logikanya sih tidak ada yang dirugikan. Toh, short sell sudah dilarang. Kalau pun suatu saat ada kenaikan cukup tinggi, yang punya barang khan bisa saja jualan kalau merasa harga sahamnya sudah ketinggian. Kalau batas bawah AR tetap dibatasi 10%, itu masuk akal karena dalam situasi khusus ini, pemerintah ingin menjaga kepentingan nasional. Sudah kita lihat dan rasakan bersama, ketika market global rally gila2an, kita tertinggal karena kenaikan yg dibatasi hanya 10%. Ketika market global melakukan profit taking, pasar kita pun akhirnya terkena imbasnya juga hari ini. Faktor psikologis masih sangat berperan. Program penyelamatan yg dilakukan pemerintah bisa jadi sia2 kalau batas atas tetap dipertahankan 10% karena bisa kehilangan momentum pemulihan. Apa memang mereka yang komplain ini lebih senang IHSG gagal pulih dan melorot dari level terendahnya tahun ini? Tujuan pemerintah sudah jelas, mau memulihkan kondisi yang ada. Bahkan untuk memulihkan itu, pemerintah sudah berani ambil langkah tepat dan jitu dengan menjamin simpanan nasabah di bank dari sebelumnya hanya 100 juta, dinaikan menjadi 2 milyar. Pemerintah dan otoritas bursa sudah bekerja secara marathon mencari formula menyelamatkan ekonomi bangsa ini. Apapun cara yg akan dipakai, akan saya dukung demi penyelamatan ekonomi nasional. Karena, sekali ekonomi nasional ambrug, yang kena dampaknya itu mayoritas rakyat Indonesia. Yang perlu jug akita ingat adalah, apa yg akan dilakukan oleh otoritas bursa kita ini toh sifatnya hanya temporer, sampai tercipta situasi yang lebih kondusif. Dalam situasi khusus, adalah wajar bila diterapkan aturan khusus juga. Semoga hal ini bisa dipahami bersama demi kepentingan nasional yang lebih luas. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu --- In [EMAIL PROTECTED] com, ki_4ever888 <ki_4ever888@ ...> wrote: > > Kalau Bapepam takut akan turunnya indeks, > Seharusnya Bapepam mengeluarkan saja peraturan bahwa investor tidak boleh jual saham dibawah harga penutupan kemarin..... he3x, (dgn kata lain bikin kebijakan AR kiri = 0%) > > Dijamin deh indeks tidak akan pernah turun dan kita terhindar dari krisis ekonomi. > (Kapan majunya Indonesia, apa2 diatur sesuai dengan keinginan PENGUASA). .. > > dikutip dr detikforum.. . hehehhe... > > shrsnya Fuad, Erry & Soyan itu bikin kebijakan yg lbh rasional.. > itu kan gak wajar, kl bikin AR naik tak terbatas berarti main saham ude pasti untung.. > > btw, kyknya Fuad, Erry, Sofyan & para menteri dll itu kalah main saham ya? so dibuat kebijakan yg menguntungkan diri sendiri... hahahahhahahaha. .. >
