Kasihan ya Bakrie, mungkin karena sdh terlalu jauh melenceng dari "tuah" Bakrie 
seniornya 
sehingga dia kini sepertinya sedang mendapat "tulah", mudah2an sebagai bahan 
instrospeksi diri bahwa nun jauh di porong-sidoarjo masih banyak orang yang 
sedang meratap tangis kehilangan lahan kehidupannya. Kalau saja Bakrie 
menyadari hal ini dan berminat dengan kesungguhan hati untuk memperbaikinya, 
mungkin saja gelombang tsunami yang menimpa groupnya saat ini bisa berangsur 
mereda sebelum bangkit kembali. 

--- On Tue, 10/21/08, putra andrita edho edho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: putra andrita edho edho <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Bls: [saham] Bakrie Lagi Dirotan
To: [email protected]
Date: Tuesday, October 21, 2008, 2:12 AM










    
            ha ha ha.. 

--- Pada Sel, 21/10/08, Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com> 
menulis:
Dari: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com>
Topik: [saham] Bakrie Lagi Dirotan
Kepada: [EMAIL PROTECTED] com
Tanggal: Selasa, 21 Oktober, 2008, 10:10 AM







    
            Ibaratnya anak kecil bandel, jaman dulu dihukum dengan dipukuli
pantatnya dengan rotan. Kalau jaman sekarang, seperti hukuman
di Singapore terhadap orang yg ketangkep corat coret tembok.

Tampaknya begiu pula dengan Bakrie.

Akibat bandelnya mereka dalam menjalankan perusahaannya,
sekarang lagi dirotan pantatnya oleh pasar :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


      


         
        
        

        Dapatkan alamat Email baru Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke