Kedua emosi di atas MEMILIKI 1 KESAMAAN :
FANTASI YANG BERLEBIHAN...
Pada euphoria, ketika cuan... si "PENDERITA" akan menganggap bahwa cuannya akan
terus berlanjut dia menyangka bahwa "YA, kali ini aku cuan, besok cuan lagi,
uangku dari 1 juta, besok 1,5 juta, besoknya lagi 2,5, dalam 10 hari aku akan
kaya, pergi ke eropa, dll" Padahal baru 1x cuan... dan Jika cuan lagi, maka
akan berfantasi yang sama. Padahal kita ketahui bersama bahwa secara rasional
saja. Hal seperti itu, hampir tidfak mungkin terjadi. Maka di saat market
seperti ini. Biasa ditandai dengan target - target yang makin tinggi tanpa
alasan yang sanga jelas. atau tanpa alasan yang kuat maka perlu berhati - hati.
Abah terngat di awal tahun, salah satu direktur BEJ memberikan target BEI 3600,
beberapa analis 3000, bahkan SAYA sendiri meberikan target di atas 3000. Namun
tidak semua yang kita inginkan terpenuhi. Betapa kacaunya dunia jika SEMUA yang
kita inginkan terpenuhi. Hal ini walau menyakitkan namun membuat kita BANGUN
DARI MIMPI / FANTASI EUPHORIA pasar. Bahwa kenaikan index yang begitu tinggi,
juga afa batasnya.
Merasa bahwa diri begitu hebat den timbul fantasi - fantasi kesuksesan..
Pada fase DEPRESI, si "PENDERITA" juga sama akan berfantasi, namun ke arah yang
negatif. Dia akan menyangka bahwa TIDAK ADA JALAN KELUAR lain. Malas berbuat
sesuatu, sukanya hanya termenung belaka, cenderung berpikir bunuh diri, putus
asa dan tidak bersemangat. Bahkan GAIRAH SEX yang menurun.
Merasa kecewa dengan diri sendiri, cenderung menyalahkan diri sendiri, menghina
diri sendiri dan FOKUS PADA MASALAH. Sehigga seringkali pada fase ini, pelaku
pasar pergi keluar dari pasar (atau dari dunia ini dengan cara bunuh diri,
PLIS, hidup anda begitu berharga bagi TUHAN, jangan bunuh diri)...
Merasa bahwa bener - bener tidak ada solusi.
Dengan mengerti fase ini setidaknya kita bisa tau, SAAT ini APA YANG HARUS
DIPERBUAT. =======================================
dolgado.blogspot.com
dolgadofund.blogspot.com
dolgado-data.blogspot.com