IHSG Catat Rekor Terendah 3 Tahun JAKARTA - Sektor finansial tanah air masih diwarnai gejolak tinggi. Sempat pulih sebentar, kini sektor finansial kembali terpuruk. Baik bursa saham maupun nilai tukar rupiah terus merosot menuju rekor terendahnya. Pelemahan bursa saham nasional dan kurs rupiah pararel dengan kondisi bursa kawasan dan global yang seluruhnya terkoreksi tajam
Lantai bursa meneruskan penurunan setelah sepanjang pekan lalu anjlok 11 persen. Pada perdagangan kemarin (27/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi tajam 6,3 persen atau 78,45 poin menuju level 1.166,4. Posisi indeks kemarin membentuk level terendah dalam tiga tahun terakhir atau sejak Desember 2005. Pada 23 Desember 2005, indeks berada di posisi 1.158,4. Sementara di pasar uang, rupiah terdepresiasi tajam, berada di level Rp 10.749 per dolar AS (USD). Transaksi harian kemarin jauh berada di bawah rerata, hanya mencapai Rp 1,16 triliun. Sebanyak 162 saham tertebas harganya, dan hanya 14 saham yang terkerek. Sementara 19 saham lain dalam posisi tidak berubah. Kelompok 45 saham unggulan, indeks LQ-45, melorot 7,12 persen menuju posisi 217,82. Indeks tertekan oleh aksi jual para investor untuk meminimalkan kerugian dari nilai portofolionya yang kian tergerus. Indeks Hang Seng di Hongkong amblas tajam hingga 12,7 persen, indeks Shanghai melemah 6,32 persen, indeks Nikkei turun 6,63 persen. Indeks Kospi di Korea sempat ikut tenggelam sebelum akhirnya berhasil mendaki tipis 0,8 persen karena ada sentimen positif dari dalam negeri berupa penurunan suku bunga Bank Sentral Korea. Pada penutupan perdagangan sebelumnya pada akhir pekan lalu, indeks Dow Jones tertebas lumayan parah, mencapai 312,3 poin (3,59 persen) menuju 8.378,95. Pada pembukaan perdagangan semalam, indeks Dow Jones juga terus anjlok menjadi 8,294.52. Prahara bursa juga meletus di Eropa. Indeks S&P 500 sudah terpuruk 25 persen selama Oktober, mendekati penurunan bulanan terbesar sejak 1938. MSCI World juga turun 29 persen bulan ini yang bisa mencapai kejatuhan bulanan terburuk sejak rekor pada 1970. Dow Jones Stoxx 600 Index, yang sudah terpuruk 26 persen bulan ini, juga menuju ke level terjelek bulanan. Sejumlah negara telah mengajukan proposal bantuan darurat ke IMF menyusul gagal bayar atas utang luar negeri. Ukraina merupakan negara terakhir yang mendapat bantuan dari lembaga internasional itu senilai USD 16,5 miliar. Sementara Hongaria memperoleh paket bantuan finansial yang signifikan. Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengemukakan, terkoreksinya bursa saham lebih merupakan imbas faktor global. "Kekhawatiran di faktor global membuat investor agak panik," ujarnya. Dia memastikan kondisi masih terkendali dan meminta investor untuk bersikap tenang. Dengan kondisi saat ini, yang hampir semua aset portofolio terkoreksi harganya, investor bisa memanfaatkan dengan masuk pasar. Horizon jangka panjang diharapkan menjadi kerangka berpikir para investor. Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia Budi Ruseno juga membenarkan bahwa investor dilanda panic selling. "Investor benar-benar takut, terbukti transaksi harian sangat minim," ujarnya. Menurut dia, satu-satunya hal yang mampu menahan kejatuhan indeks lebih dalam adalah mekanisme auto rejection batas bawah sebesar 10 persen. "Jika tidak, pelemahan indeks bisa semakin parah," katanya. Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto mengatakan, bursa di dunia menunggu pertemuan The Fed pada 29 Oktober yang diperkirakan menurunkan suku bunga 50 basis poin ke level 1 persen. "Keputusan itu diharapkan mampu memberi stimulan positif ke sektor finansial," ujarnya. -- 50 sqm office space in Surabaya. Just 3 km from CBD. Contact: 031-5013570, HP: 0852 3008 3510 or mailto:[EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
