(Part 2 of Managing The Risk)
Support dan Resistance level tercipta secara psikologis, karena secara
psikologis orang akan cenderung mengamati seberapa sering arga akan
berbalik arah (reversal) di area-area harga tertentu.
Persepsi-persepsi
tersebut yang akan mengendalikan market. Ketika kita membeli barang di
harga Rp.100.000,- akan terlihat lebih mahal jika kita membeli barang
tersebut dengan harga Rp. 99.000,-. Perbedaan yang sangat kecil
tersebut ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar di alam bawah
sadar kita. Suatu hal yang sangat menarik jika teknik pemasaran yang
sangat sederhana itu kita aplikasikan juga dalam metode trading.
Sebagai
contoh ketika kita ingin menjual saham di harga 100 cobalah tempatkan
order sell anda di harga 99, pasti lebih sedikit "sellers" yang menjual
sahamnya di harga 99 dibanding di harga 100. Dan orang-orang yang ingin
membeli akan melihat bahwa harga seolah-olah lebih murah. Kita hanya
kehilangan 1 rupiah saja dari metode seperti ini tapi kita memiliki
peluang lebih besar untuk menjual saham kita.
Entry signals
Deskripsikan
metode entry anda secara jelas dan sebanyak-banyaknya. Dengan
mendeskripsikan metode entry kita dengan jelas berarti kita telah
memahami setiap alasan kita untuk masuk ke market, dan yang lebih jauh
lagi kita juga memahami seberapa besar risk dari metode itu. Kita
mungkin bisa mengatakan bahwa market sedang bearish dan bulish tapi
yang lebih penting lagi kita harus bisa tahu juga dimana kita harus
entry, kapan kita harus entry dan seberapa banyak kita akan entry ke
market.
Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan metode entry
a. Moving Average Crossing
b. Candle stick
c. RSI overbought/oversold
d. Breakout darvas
e. Double top/double bottom
f. Support resistance
g. Dow Theory
h. etc....
Deskripsikan metode-metode yang anda ketahui secara jelas dan lengkap, meliputi
- Kapan akan entry?
- Di harga berapa akan entry?
- Seberapa banyak akan entry?
Pakai
metode entry yang menimbulkan rasa nyaman untuk kita, karena ketika
kita merasa nyaman dengan metode entry tersebut kita akan bisa memahami
dan mengembangkan lebih lanjut metode tersebut.
Exit signals
Sama seperti halnya dengen mendeskripsikan entry signals, deskripsikan juga
metode entry yang membuat kita merasa nyaman.
Kunci
utama untuk bisa mendeskripsikan entry dan exit signal dengan baik
adalah dengan mendeskripsikan trend dengan benar. Baik itu uptrend,
downtrend maupun sideways trend. Deskripsi tentang trend bisa dilakukan
dengan berbagai cara contohnya dow theory, chart pattern, moving
average, bollinger bands, etc.
Back testing
Back
testing digunakan untuk menguji perfomance dari indikator atau trading
system yang diaplikasikan pada data historikal. Bagian terpenting dari
back testing adalah untuk mencari pola-pola dengan probabilitas tinggi
di masa lalu untuk kita aplikasikan di masa depan.
Dengan
pengukuran-pengukuran yang dilakukan melalui backtesting kita bisa
melakukan penyesuaian paramater-parameter yang sesuai dengan yang
dimasa lalu, termasuk untuk mendeteksi "turning point".