Harga batubara Indonesia (CoalBGSD) hari Jumat yang lalu ada di harga 82.5
Apakah standart harga ini yang digunakan atau BUMI memiliki standart harga
lain ?

 

 

 

 

 
<http://groups.yahoo.com/group/saham/message/54715;_ylc=X3oDMTJycWJndjdoBF9T
Azk3MzU5NzE1BGdycElkAzEyMTcxODAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzU0NzE1BHNl
YwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzEyMjU4NTQyNTQ-> Re: Tender Offer BUMI di 5600
? 

Posted by: "Irwan Ariston Napitupulu"
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
%205600%20%3F> [EMAIL PROTECTED]
<http://profiles.yahoo.com/irwanaristonnapitupulu> irwanaristonnapitupulu 

Tue Nov 4, 2008 3:09 am (PST) 

Kalau saya perkirakan, kemungkinan terjadinya force sell pada
saat dibuka nanti sangat besar sekali. Belum lagi ditambah
dengan kelompok2 yg sudah tobat/kapok main saham bakrie.

Situasi mungkin saja berubah kalau seandainya pada saat
suspensi dibuka, IHSG berada di atas 1600-an, level saat
terakhir BUMI ditransaksikan (tanggal 6 Oktober 08)

Semakin jauh IHSG ke atas dari titik 1600-an, maka
persepsi pasar pun akan semakin berubah ke arah positip.

Tender offer memang bisa menjadi pemicu pembalikan
persepsi secara drastis. Tapi saya tidak yakin TPG punya
dana sebesar itu untuk melakukan TO. Jumlah Rp70 T
bukanlah jumlah yg sedikit untuk situasi saat sekarang ini.
Itulah sebabnya saya meragukan hal seperti itu.

Walau demikian, terbuka kemungkinan TPG akan menambah
kepemilikan dengan membelinya di pasar secara langsung
apalagi pas harganya turun drastis.

Mereka mau beli BUMI di harga sekitar 2000, tentunya
dengan perhitungan bahwa BUMI akan memberikan return
yg tidak kecil dalam waktu2 mendatang.

Kalau saya punya duit seperti mereka, jangankan BUMI
di 2000, di 3000 pun saya tampung semuanya.

Laba bersih BUMI untuk 9 bulan pertama tahun 2008
diperkirakan USD800 juta.
Untuk tahun 2008, saya perkirakan bisa di atas USD1 milyar.
Katakan laba bersihnya USD1 milyar saja.
Kalau hitungan saya, seharusnya bisa jauh di atas USD1 milyar
kalau seandainya ada keterbukaan di harga kontrak jual
coal nya.

Maka dengan menggunakan PER 10x, nilai perusahaannya
seharusnya bisa USD10 milyar.

Sekedar catatan pembanding, Peabody Energy Corp
dihargai pasar saat ini dengan PER 10x dengan asumsi
EPS tahun 2008 sebesar USD3.21.

TPG menghargai 35% BUMI sebesar USD1.28 milyar
atau setara dengan USD3.66 milyar untuk keseluruhan BUMI.
Suatu harga yg sangat murah sekali.

Angka USD10 milyar dengan kurs 11000 setara dengan
harga BUMI di 5670.

Perusahaan private equity seperti TPG tentu maunya
kalau beli diharga yg terdiskon habis.

Kalau saya jadi pemerintah RI, saya akan block semua
transaksi tersebut, dan saya akan ambil alih BUMI sepenuhnya
kalau perlu.

Coba saja lihat, kalau total seluruh saham BUMI hanya
dinilai sebear USD3.66 milyar, duit segitu akan balik
hanya dalam 2 tahun saja.

Hitungannya begini, asumsikan penjualan BUMI tetap
60 juta metric ton per tahun.
Harga jual, katakan saja pakai harga rendah di USD100.
Biaya2 segala macam diluar royalti, saya perkirakan
tidak lewat dari USD30. Jadi keuntungan bersih USD70
per metric ton
Saya tidak masukan royalti karena toh royalti itu
masuk ke kantong pemerintah juga.

Jadi, total keuntungan bersih sebesar USD4.2 milyar
Karena kepemilikan BUMI di KPC hanya 70%, yg 30%nya
milik TATA, maka hitungan kasar saja biar gampang
laba bersih dari BUMI yg masuk ke pemerintah menjadi
USD2.94 milyar.

Jelas terlihat, dalam 2 tahun saja permerintah bisa
mengembalikan uang yg dikeluarkan untuk membeli BUMI
keseluruhan USD3.66 milyar dan masih punya duit lebih
sebesar USD0.72 milyar. Ini baru untuk hitungan jualan 120 juta
metric ton.

Bayangkan saja berapa banyak kandungan batubara yg
masih dimiliki oleh BUMI. Berapa besar keuntungan yg
bisa dirauk pemerintah dengan mengambil alih BUMI.

Kalau dikatakan BUMI punya cadangan 800 juta metric ton
batubara, maka dengan hitungan yg sama maka pemerintah
sebenarnya bisa mendapatkan keuntungan sebesar
USD39.2 milyar. Duit keluar untuk beli BUMI sebesar USD3.66
milyar terasa kecil sekali.

Ini kita baru bicara dengan menggunakan harga coal USD100
saja. Padahal untuk masa2 mendatang, sangat besar kemungkinannya
harga coal akan lebih tinggi 20-40% dari USD100.

Yang perlu kita ingat juga adalah batubara adalah komoditi
strategis yg diperlukan oleh Indonesia (juga dunia).
Batubara bukanlah komoditi yg bisa diperbaharui.
Karenya sangat disayangkan kalau sampai BUMI jatuh ke
pihak asing. Harusnya pemerintah bergerak cepat dan jangan
takut2 untuk mengambil alih BUMI.

Itu sebabnya dua minggu yg lalu saya tuliskan
artikel di www.info-saham.com tentang BUMI yg bisa
dibaca langsung di alamat:

 <http://www.info-saham.com/node/283> http://www.info-saham.com/node/283

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2008/11/4 Tommy Jayamudita < <mailto:jayamudita%40gmail.com>
[EMAIL PROTECTED]>:
> Pak IAN, soal TO ini juga sudah terpikir minggu lalu, tapi ada yang
> mengatakan bahwa tidak harus karena peraturannya sudah berubah. Jadi
> kepastiannya sekarang harus tender offer atau tidak? Kalau tidak jadi TO,
> apakah ada hal positif yang bisa mengatasi masalah force sell yang mungkin
> akan terjadi?
>
> Salam,
> TJ
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Irwan Ariston Napitupulu
> To:  <mailto:saham%40yahoogroups.com> [email protected]
> Sent: Tuesday, November 04, 2008 4:16 PM
> Subject: [saham] Re: Tender Offer BUMI di 5600 ?
>
> Klarifikasi dari Pak Fuad, sudah saya forwardkan juga
> ke milis sebelum posting ini.
>
> Tampaknya ada yang mencoba bermain bola liar dan panas :)
> Untung saja segera didinginkan oleh otoritas terkait.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> --- In  <mailto:saham%40yahoogroups.com> [email protected],
"Gambler.BEJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Itu juga yg saya baca dari artikel tsb, tapi perkiraan saya hal tsb
>> tidak akan terjadi dengan berbagai alasan yg akan diberikan pada
> waktunya.
>>
>> ps: saya tidak punya saham BUMI
>>
>
> 

 

Kirim email ke