Sorry Forum,

Saya Pemulung sampah BEI (saham2 yang katanya sudah hampir tak berharga lagi)

boleh bertanya dikit, buat diri pribadi, buat JK dan renungan buat Semua:

Pertanyaannya sekarang adalah:

1. Apakah perusahaan2 nasional yang dimaksud sudah berperan penting terhadap 
negara?

2. Apakah mereka sudah bayar pajak, bayar royalty, dan sebagainya sebaimana 
diwajibkan buat negara?Bukankah mereka sering dan sampai saat ini menunggak 
banyak pajak dan royalti yang nilainya bertriliun2 rupiah?

3.. Apakah mereka peduli dengan nasib bangsa sendiri, dimana peran mereka? 
Kapan sich mereka berbagi dengan anak bangsa? Sejauh mana dan sekeren mana 
mereka punya Foundation untuk Kemajuan pendidikan Putra Putri Indonesia?

4. Mereka kemanakan Batubara dan CPO dari Bumi Indonesia?, kenapa kita pernah 
langka minyak makan, CPO padahal mereka tanam seluas2nya di Bumi Indonesia 
tercinta, seluas mata memandang? Kalo memang mereka produksi batubara banyak, 
kenapa PLN harus krisis batubara untuk suply listrik rakyat Indonesia, hingga 
pemerintah juga yang kocar kacir cari stok, sampai diisukan mau beli batubara 
thailand?

5. Kalo memang mereka buka banyak lapangan kerja, apakah mereka sudah 
memberikan gaji yang layak dan penghidupan layak terhadap karyawannya, yang 
notabene saudara sebangsanya sendiri setanah air? Bukankah perusahaan asing 
lebih mahal bayarnya daripada mereka-mereka? Tuh banyak Putra Putri terbaik 
milih kerja dengan asing tuh daripada gabung dengan perusahaan saudaranya 
sendiri..(Saudara Tiri kali?)

6.Bangga sekali membantu Bank-Bank bermasalah, apa lupa dengan dana BLBI yang 
berpuluh triliun, apa memang sudah kembali?

7. Apakah mereka punya tanggungjawab terhadap lingkungan yang rusak akibat 
usaha mereka? Mana ganti rugi yang layak buat rakyat yang terkena bencana 
akibat aktifitas usaha mereka?

9.. Apa mereka masih layak dibantu daripada rakyat yang kelaparan?

Sadarlah pemerintah ku dan wahai pengusaha nasional, jangan terlalu rakus!!!

Salam,
Aldo Putra Lubis


 



________________________________
From: hs <[EMAIL PROTECTED]>
To: saham <[email protected]>
Sent: Friday, November 14, 2008 3:39:25 PM
Subject: [saham] Wapres:Apa salahnya Bakrie dibantu


Wapres Jusuf Kalla melihat perusahaan nasional yang banyak membuka lapangan 
kerja tidak ada salahnya dibantu jika sedang mengalami kesulitan seperti halnya 
Grup Bakrie.

Dia menyayangkan sikap curiga dan apriori publik terhadap pertemuan pemerintah 
dan kalangan pengusaha. Menurutnya, di negara seperti Jepang dan China juga 
kerap ada pertemuan pemerintahnya dan kalangan pengusaha.

"Jangan terlalu apriori dengan pertemuan-pertemuan pengusaha nasional. Kalau 
ada pengusaha yang bermasalah mari kita bantu apa salahnya bertemu. Jepang juga 
begitu, China juga begitu, curiga amat. Saya tersinggung kalau perusahaan 
nasional tidak dibantu," tegas Kalla usai jumpa pers di Istana Wapres, Jalan 
Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (14/11/2008) .

Kalla mengingatkan kalau terus menumbuhkan sikap curiga terhadap pengusaha itu 
justru berbahaya. Pengusaha menurutnya, telah membuka banyak lapangan kerja dan 
tidak ada lapangan kerja kalau tidak ada pengusaha.

"Masa Bakrie dilihat supaya jatuh apa salahnya dibantu. Astra juga dulu 
dibantu, malah dulunya konglomerat- konglomerat dibantu, bank-bank bermasalah 
dibantu. Masa Bakrie 1-2 hari dibantu kok dimasalahin apa salahnya? Ini kan 
hanya kecil," ujar Kalla.

Grup Bakrie saat ini memang sedang mengalami kesulitan likuiditas untuk 
membayar repo sahamnya. Segala upaya tengah dilakukan grup Bakrie agar bisa 
melunasi utangnya yang hampir mencapai Rp 12 triliun.



Sumber: detikcom 

________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
br> Cepat sebelum diambil orang lain!  


      

Kirim email ke