Saya ngerti kok, sebagai rakyat saya juga merasa hal yang sama. Tapi ini kan milis saham, bos.. hehe.. pas bullish kemaren engga ada yang komplen sama pemerintah/pengusaha. Begitu bearish ada aja yang komplen..
Udah lah, positif thinking aja... rite? Regards, DE 2008/11/14 willembarus <[EMAIL PROTECTED]> > Pak aldo, kayaknya susah buat org ngerti ya..ngk > nyambung--- In [email protected], aldo Miner > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Sorry Forum, > > > > Saya Pemulung sampah BEI (saham2 yang katanya > sudah hampir tak berharga lagi) > > > > boleh bertanya dikit, buat diri pribadi, buat JK > dan renungan buat Semua: > > > > Pertanyaannya sekarang adalah: > > > > 1. Apakah perusahaan2 nasional yang dimaksud sudah > berperan penting terhadap negara? > > > > 2. Apakah mereka sudah bayar pajak, bayar royalty, > dan sebagainya sebaimana diwajibkan buat negara? > Bukankah mereka sering dan sampai saat ini menunggak > banyak pajak dan royalti yang nilainya bertriliun2 > rupiah? > > > > 3.. Apakah mereka peduli dengan nasib bangsa > sendiri, dimana peran mereka? Kapan sich mereka > berbagi dengan anak bangsa? Sejauh mana dan sekeren > mana mereka punya Foundation untuk Kemajuan > pendidikan Putra Putri Indonesia? > > > > 4. Mereka kemanakan Batubara dan CPO dari Bumi > Indonesia?, kenapa kita pernah langka minyak makan, > CPO padahal mereka tanam seluas2nya di Bumi > Indonesia tercinta, seluas mata memandang? Kalo > memang mereka produksi batubara banyak, kenapa PLN > harus krisis batubara untuk suply listrik rakyat > Indonesia, hingga pemerintah juga yang kocar kacir > cari stok, sampai diisukan mau beli batubara > thailand? > > > > 5. Kalo memang mereka buka banyak lapangan kerja, > apakah mereka sudah memberikan gaji yang layak dan > penghidupan layak terhadap karyawannya, yang > notabene saudara sebangsanya sendiri setanah air? > Bukankah perusahaan asing lebih mahal bayarnya > daripada mereka-mereka? Tuh banyak Putra Putri > terbaik milih kerja dengan asing tuh daripada gabung > dengan perusahaan saudaranya sendiri..(Saudara Tiri > kali?) > > > > 6.Bangga sekali membantu Bank-Bank bermasalah, apa > lupa dengan dana BLBI yang berpuluh triliun, apa > memang sudah kembali? > > > > 7. Apakah mereka punya tanggungjawab terhadap > lingkungan yang rusak akibat usaha mereka? Mana > ganti rugi yang layak buat rakyat yang terkena > bencana akibat aktifitas usaha mereka? > > > > 9.. Apa mereka masih layak dibantu daripada rakyat > yang kelaparan? > > > > Sadarlah pemerintah ku dan wahai pengusaha > nasional, jangan terlalu rakus!!! > > > > Salam, > > Aldo Putra Lubis > > > > > > > > > > > > > > ________________________________ > > From: hs <[EMAIL PROTECTED]> > > To: saham <[email protected]> > > Sent: Friday, November 14, 2008 3:39:25 PM > > Subject: [saham] Wapres:Apa salahnya Bakrie > dibantu > > > > > > Wapres Jusuf Kalla melihat perusahaan nasional > yang banyak membuka lapangan kerja tidak ada > salahnya dibantu jika sedang mengalami kesulitan > seperti halnya Grup Bakrie. > > > > Dia menyayangkan sikap curiga dan apriori publik > terhadap pertemuan pemerintah dan kalangan > pengusaha. Menurutnya, di negara seperti Jepang dan > China juga kerap ada pertemuan pemerintahnya dan > kalangan pengusaha. > > > > "Jangan terlalu apriori dengan pertemuan-pertemuan > pengusaha nasional. Kalau ada pengusaha yang > bermasalah mari kita bantu apa salahnya bertemu. > Jepang juga begitu, China juga begitu, curiga amat. > Saya tersinggung kalau perusahaan nasional tidak > dibantu," tegas Kalla usai jumpa pers di Istana > Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat > (14/11/2008) . > > > > Kalla mengingatkan kalau terus menumbuhkan sikap > curiga terhadap pengusaha itu justru berbahaya. > Pengusaha menurutnya, telah membuka banyak lapangan > kerja dan tidak ada lapangan kerja kalau tidak ada > pengusaha. > > > > "Masa Bakrie dilihat supaya jatuh apa salahnya > dibantu. Astra juga dulu dibantu, malah dulunya > konglomerat- konglomerat dibantu, bank-bank > bermasalah dibantu. Masa Bakrie 1-2 hari dibantu kok > dimasalahin apa salahnya? Ini kan hanya kecil," ujar > Kalla. > > > > Grup Bakrie saat ini memang sedang mengalami > kesulitan likuiditas untuk membayar repo sahamnya. > Segala upaya tengah dilakukan grup Bakrie agar bisa > melunasi utangnya yang hampir mencapai Rp 12 > triliun. > > > > > > > > Sumber: detikcom > > > > ________________________________ > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain > baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum > diambil orang lain! > > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. > Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] > > [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham > [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >
