dear sahabat investor,
mengenai erick sengaja/tidak?,bukan jadi sasaran target?, yang dicornering kan
nasabah,bukan broker ,cuma tawon,meski bersuara tapi menjadi vitamin
madu(pelajaran yang mahal dalam memberi informasi),ingat keterbukaan dalam
investasi dan wan prestasi saja bisa disesuaikan,bila kejadian email(sifatnya
pribadi),bisa jadi national security.ya habislah,investor kecil(retail),tidak
ada lagi informasi,sifatnya rumor,analisa dan riset dalam personal
opini,,kesemua akan menjadi garis komando,otoriter dan cenderung pemaksaan
pendapat,belajarlah memakai otak kanan dan kiri,jadi mulai sekarang setiap
pendapat harus disebut sumber dan bersifat mutlak,,contoh yang rekan milis
berikan bepak oen,pak mul,pak harjoeno,bu betty,jack ,kang ocoy,dll semuanya
terbukti,meskipun ada yang tidak dilampirkan riset,tapi bermutu,dan bersifat
pendapat terbuka kebenarannya,,marilah kita pelajari dimilis ini bersifat
positif,untuk negatifnya kan tergantung pandangan
masing2x(khususnya pendapat kontra),contoh dalam AR kiri o%,AR kanan
unlimited, di bej menjadi AR asimetris,,kan terpakai ,,setiap pendapat pasti
ada sisi baiknya,untuk pak oen terima kasih atas tulisannnya,dimilis ini kita
membutuhkan berita ,selamat berinvestasi ditengah sangat2x
misinformasi/ terbukaan,yang terbuka biasanya berita sudah basi (discounted
market)...mohon maaf bilamana tulisannya tidak dimengerti,numpang lewat
saja,,,terima kasih(johny)
From: Kurniadi Oen <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [bei-investorclub-jkt] tidak sengaja apakah lolos dari jeratan hukum?
To:
Date: Monday, November 17, 2008, 4:12 AM
Jakarta - Teka teki rumor tentang kesulitan likuiditas yang dialami perbankan
mulai terkuak. Tersangka Erick J Ardiansjah yang merupakan pegawai PT Bahana
Securities mengaku mendapat rumor itu dari obrolan sesama teman di Bahana.
Setelah mendapatkan rumor itu, Erick pun menyebarkannya melalui email ke 20-30
nasabah pada Kamis malam. Namun email itu buru-buru diklarifikasinya pada Jumat
pagi.
Menurut pengacara Erick, Augustinus Hutajulu, tidak ada unsur kesengajaan dalam
tindakan Erick ini.
"Ini bukan unsur kesengajaan. Kalau sengaja sudah dikirimkan ke semua klien,"
katanya dalam keterangan pers di Graha Niaga, Jakarta, Senin (17/11/2008) .
Meski mengaku mendapat informasi itu dari obrolan lisan sesama teman Bahana,
hingga kini Erick masih mencoba mengingat-ngingat siapa saja lawan bicaranya
saat itu.
Erick bekerja di sektor pasar modal sejak pertengahan 2003 sampai akhirnya
bergabung di Bahana pada September 2007. Kini ia tersandung masalah karena
menjadi tersangka penyebaran rumor kesulitan likuiditas sejumlah perbankan.