BI Larang Bank Terbitkan Deposito Dual Currency

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melarang bank menerbitkan produk
terstruktur (structured product) atau kombinasi aset dengan derivatif
dari mata uang valuta asing atas rupiah untuk tujuan mendapatkan
tambahan income. Produk seperti ini dilarang karena dapat mendorong
transaksi pembelian valas untuk tujuan spekulatif sehingga memicu
ketidakstabilan nilai tukar rupiah.

Aturan itu termuat dalam Surat Edaran (SE) No 10/42/DPD ke bank umum,
yang juga pelaksanaan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 10/28/PBI/2008
soal pembelian valas terhadap rupiah bagi bank. Ketentuan itu mengatur
pembelian valas atas rupiah oleh bank hanya dapat dilakukan untuk
kegiatan yang tidak bersifat spekulatif. Structured product dinilai BI
masuk kategori kegiatan spekulatif.

Menurut Gubernur BI Boediono, banyak yang belum paham soal produk
derivatif bank. ''Beberapa produk derivatif seyogianya tidak
diperdagangkan secara luas karena banyak yang belum mengerti,'' katanya
di kantornya kemarin (28/11).

Contoh structured product dalam SE itu adalah dual currency deposit
(DCD). Itu deposito jangka pendek yang di dalamnya dimungkinkan konversi
antara valas dengan rupiah. Bunganya dihubungkan dengan pergerakan kurs
dari dua mata uang itu.

Saat DCD jatuh tempo, nasabah akan menerima pokok dan bunga dalam mata
uang penempatan deposito atau mata uang pasangan. Penentuan mata uang
yang digunakan saat jatuh tempo bergantung mana yang lebih lemah
dibandingkan kurs konversi yang disetujui.

Contoh structured product lainnya adalah callable forward. Yakni,
instrumen investasi yang dilakukan nasabah dengan mengombinasikan
transaksi forward dan option. Misalnya, long forward and short call
option, dengan harapan memperoleh harga yang lebih baik dari harga
pasar.

Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, jika dual
currency berupa USD ke JPY, atau EUR ke USD, tidak ada kaitan dengan
rupiah. ''Kalau pasokan dolar yang berkurang, apa peraturan ini bisa
membantu?'' tanyanya. Standard Chartered Bank termasuk bank yang
menawarkan produk DCD.

Menurut dia, BI sebaiknya tidak menelurkan kebijakan yang membangun
harapan penguatan rupiah, namun akhirnya tak tercapai. Untuk menjaga
pasokan dolar AS, BI disarankan sebaiknya terus menjalin kerjasama
bilateral swap dengan The Fed, Bank of Japan, dan Bank of China.
(sof/dwi)


-- 
Virtual office in Surabaya? Visit
http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or 
mailto:[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs.


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke