Sewaktu saya hadir di Investor Summit 2008 kemarin di Ritz-Carlton Pacific
Place Jakarta, ada beberapa kesimpulan yang bisa saya ambil:
1. Jaga dan awasi portfolio kita masing2 sedemikian rupa sehingga sebisa
mungkin investasi kita di saham tersebut tidak melebihi 10% dari total aset
kita secara keseluruhan (tabungan, deposito, emas, properti, mobil, dll).
2. Cintailah produk dalam negeri. Gunakan rupiah sesering mungkin. Jaga
equilibrium pendapatan dan pengeluaran keuangan rumah tangga kita sesehat
mungkin dan usahakan terus berada dalam zona "hijau" (tidak ada hutang yang
membengkak dan tidak perlu -red).
3. Diversifikasi, diversifikasi dan diversifikasikan portfolio kita dalam
beberapa jenis. Untuk tiap jenis, contohnya valuta asing, usahakan tidak
mempunyai lebih dari 3 mata uang asing. US dollar, euro dan Yen Jepang dan/atau
dollar Singapura cenderung naik dalam bentuk nilai post-recession tahun 2009 ke
depan. Untuk properti: milikilah (apabila mungkin) kombinasi apartemen, rumah
dan tanah di daerah yang berpotensial untuk terkena imbas pembangunan (contoh:
Cileungsi, Bogor, Solo, Kutai Kertanegara, dll) di masa mendatang. Untuk
tabungan: sebaiknya punya tabungan konvensional dan syariah (ga musti yang
beragama Islam lho. Saya pernah tanya ke salah satu teller bank syariah dan
ternyata ada juga rekan-rekan pribumi dan non-pribumi serta non-muslim yang
menabung di situ).
4. Percayalah bahwa badai pasti akan berlalu. Resesi pasti akan berlalu. Indeks
saham pasti menguat. Mulailah berubah dari dalam diri sendiri dan fokus pada
kebutuhan2 jangka pendek dulu, baru menengah, lalu panjang. Pikirkan dan
rencanakan kebutuhan pasangan, orang tua, dan anak2 kita. It's not the end of
the world apabila resesi terus menggerus nilai2 saham kita. Hey, it's only 10%
of our assets, kan?
Sekian dulu. Sudah lama saya tidak menulis di milis ini dan baru2 ini saya
sempat menulis juga namun tidak dimuat oleh pihak Yahoo! Entah kenapa. Think
positively aja deh.
Salam sukses,
Patria.