Iya tuh, banyak saham yg harganya 50 perak, kumpulin aja moga2 ngk delist, kan udah ngk bisa turun, cuman jual nya kapan2 aja..alternatif lain bebek dan anak2nya ntr juga 50 perak, kalau di bebek/Siapa tau SOROS nyasar lagi..cuannya gede bgt, he3x.
--- In [email protected], simon bolenang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Jakarta > - Yayasan Dana Pensiun dan Jamsostek dianjurkan melakukan pembelian > saham secara masif untuk mendorong stabilisasi pasar. Langkah ini > dinilai lebih memberi stimulus pasar modal ketimbang program buy back BUMN. > > "Pembelian saham secara masif oleh Dana Pensiun atau Jamsostek lebih bisa menstimulus pasar ketimbang program buy back BUMN," ujar pengamat pasar modal, Yanuar Rizky disela acara di hotel Aston Atrium, Senen, Jakarta, Selasa (2/12/2008). > > Menurut Yanuar, program buy back BUMN tidak mampu mendorong stabilisasi pasar modal karena pada dasarnya buy back emiten di pasar modal memang bukan bertujuan untuk mendorong harga-harga saham naik dan stabil. > > "Buy back itu lebih untuk kepentingan masing-masing emiten. Tujuan utamanya bukan untuk memberi stimulus pasar," jelas Yanuar. > > Lain > halnya, ia melanjutkan, dengan kepentingan Yayasan Dana Pensiun atau > Jamsostek. Menurut Yanuar, dua institusi yang boleh dikategorikan > sebagai perusahaan investasi tersebut, jika masuk ke pasar modal secara > masif akan memiliki kepentingan mendorong stabilisasi pasar. > > "Karena > perusahaan investasi itu harus menjaga NAB (Nilai Aktiva Bersih). Jadi > kalau mereka borong saham di pasar modal akan menstimulus stabilisasi > pasar," jelas Yanuar. > > Apalagi, ia menambahkan, saat ini > harga-harga saham sedang murah-murahnya akibat penurunan Indeks Harga > Saham Gabungan (IHSG) yang cukup dalam sepanjang 2008 ini. > > Menurut > Yanuar, jika opsi tersebut diambil, tentu memiliki kendala di peraturan > Bapepam-LK. Dalam peraturan pasar modal, porsi yang diizinkan bagi > Yayasan Dana Pensiun dan Jamsostek untuk menempatkan portofolionya di > pasar modal masih terbatas. > > "Paling besar kan di deposito, nomor > dua di obligasi. Saham paling kecil. Kalau memang opsi pembelian saham > diambil tentu harus diubah dulu porsi instrumennya," jelas Yanuar. > > Kendati > ia menganjurkan masuknya dua lembaga tersebut ke pasar modal secara > masif, ia mengingatkan aksi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan > penuh perhitungan. Sebab, dengan kejatuhan harga-harga saham sepanjang > tahun ini, dua lembaga tersebut sudah mengalami kerugian yang cukup > besar. > > "Tentu harus diperhitungkan secara matang. Kalau kemarin > mereka rugi itu kan karena faktor diluar kebiasaan. Lagipula dulu > mereka beli di harga tinggi. Kalau sekarang momennya bagus. Selain > harganya murah, pasar memang sedang menunggu aksi beli dalam jumlah > yang masif untuk mencapai stabilisasi pasar," jelas Yanuar. > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
