Nilai Tukar Tak Stabil BI Rate Masih Sulit Turun
JAKARTA - Gejolak nilai tukar rupiah sejauh ini diprediksi membuat Bank Indonesia (BI) masih sulit menurunkan suku bunga acuan. Meski penurunan BI rate diperlukan untuk menggerakkan sektor riil, hal itu diperkirakan belum bisa dilakukan bulan ini. ''Ruang untuk menurunkan BI rate belum ada. Jadi, suku bunga saat ini belum dapat diturunkan karena rupiah masih liar,'' kata anggota Komisi XI (Keuangan dan Perbankan) DPR Dradjad Hari Wibowo di Gedung DPR, Jakarta, kemarin (3/12). Hari ini (4/12) BI akan memutuskan tingkat BI Rate yang saat ini berada pada posisi 9,5 persen. Dradjad mengakui, BI rate tinggi bisa mencegah aliran modal tidak lari. Ini ditunjukkan dari naiknya dana pihak ketiga (DPK) akibat tingginya bunga. BI rate dipertahankan agar DPK tak dikonversi dalam dolar AS. ''Jika BI rate diturunkan, rupiah menjadi tidak menarik,'' kata Dradjad. Apalagi, DPK tidak dijamin 100 persen sehingga pemilik dana lebih dari Rp 2 miliar bisa melarikan dananya ke luar negeri. Meski demikian, kata Dradjad, ke depan BI harus menurunkan suku bunga. Jika tidak, hal itu akan berdampak besar bagi perekonomian nasional. Bakal terjadi gelombang kredit macet, terutama dari sektor perkebunan, pertambangan, dan properti. Selain itu, juga, akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. ''Secara prinsip, suku bunga harus turun. Tapi, rupiah kan belum stabil,'' tuturnya. Secara terpisah, Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom menilai peluang penurunan BI rate tetap ada. Terutama, setelah inflasi mulai turun. Tapi, BI akan memutuskan kapan waktu paling tepat. ''Soal kapan, itu mesti ditentukan. Apakah bulan ini atau bulan depan,'' ujarnya. Miranda memperkirakan, inflasi year-on-year akan lebih rendah daripada estimasi sebelumnya. ''Sampai akhir tahun, di atas 11 persen,'' katanya. Inflasi akan lebih rendah karena harga komoditas, BBM, dan belanja mulai turun. Miranda mengaku belanja bahan kebutuhan pokok belum menurun. Namun, belanja barang-barang yang tidak perlu atau barang mewah mulai berkurang. (sof/dwi) -- Get latest Canadian immigration rules for professionals and investor opportunities. Everyday 9:00-17:00 Visi IndoCanada 021-830 6715, 031-501 3570 or mailto:[EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
